Subhan Syarief: Kita Harus Bisa Membuat Perubahan di Kota Seribu Sungai

RAMAINYA polling calon walikota Banjarmasin periode 2020-2025 memunculkan spekulasi pertarungan sengit diantara sejumlah tokoh dan kalangan.

BERDASARKAN polling itu, sebut saja nama Dr Ir H Subhan Syarief MT, yang digadang-gadang sejumlah kalangan untuk maju sebagai calon walikota Banjarmasin. Tentu ada celah program calon walikota dibutuhkan penataan ulang sungai dan perdagangan jasa.

Menurut Subhan Syarief, jika dirinya diminta untuk maju sebagai calon walikota, tentu maksimal tiga tahun program yang dijalan harus berhasil. Alasannya program yang ditawarkan sangat mudah direalisasikan. “Ya, jika saya tidak bisa merealisasikan dalam tiga tahun program tersebut, saya bersedia mundur dari jabatan Walikota Banjarmasin. Dan kita harus bisa membuat perubahan di Kota Seribu Sungai ini.” ujar mantan Ketua Inkindo Kalsel ini, Selasa (9/7/2019).

Ia memastikan siapapun sebagai walikota harus bisa melakukan kontrak politik kepada publik. “Perubahan penataan kota dan kenyaman hidup warga kota, serta peningkatan ekonomi masyarakat, untuk memberikan nilai tambah, tentunya menjadi alasan untuk apa kita menjadi Walikota Banjarmasin,” katanya.

BACA : Sodorkan 38.002 Fotokopi e-KTP, Syarat Mencalon Walikota Independen

Menurut  Ketua Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Kalsel ini, jika sebatas mengurus dan mengatur wilayah Banjarmasin tidak terlalu luas, dengan jumlah penduduk kisaran 800 ribuan jiwa. “Manajemen pertumbuhan kota seperti pembangunan, perubahan, konfik akibat,” bebernya.

Pembangunan, perubahan, dan konfik akibat perubahan sambung Subhan, jika dikaitkan dengan potensi yang dimiliki Banjarmasin seperti unggulan utama sektor utama sungai dan perdagangan jasa. “Jadi pemicu pertumbuhan kota di perdagangan jasa dan sungai dioptimalkan, seperti kawasan Pasar Sudimampir, Pasar Niaga, atau Pasar Harum Manis,” katanya.

Jika mengacu RPJP Banjarmasin 2006-2025, ada dua visi yang dikedepankan yakni Banjarmasin sebagai gerbang ekonomi Kalimantan dan Banjarmasin sebagai kota sungai. “Artinya dalam jangka waktu lima tahun ke depan, mestinya Kota Banjarmasin sudah menjadi gerbang ekonomi Kalimantan, namun masih belum terarah dengan baik alias samar. Buktinya apa seperti kawasan pasar Sudimampir, Niaga, dan Harum Manis terabaikan sebagai pusat grosir Kalimantan. Ini sangat masif berkesinambungan terhadap kawasan tersebut,” katanya.

BACA JUGA : PKS Tetap Usung Ibnu Sina, Bursa Calon Walikota Mulai Mengemuka

Tujuannya tidak lain, ucapnya, pendapan asli daerah meningkat dan secara otomatis mampu mengalahkan kota-kota di Kalimantan. “Sungai dan perdagangan memiliki nilai tambah yang sangat besar,” katanya.

Sungai dijadikan sumber kehidupan masyarakat Kota Banjarmasin, bukan hanya sebagai ekploitasi jualan, dan penataan ulang kawasan pasar untuk pusat perdagangan. “Melalui sistem informasi terpadu membuat memberikan nilai tambah ekonomi masyarakat, dalam pusat perdagangan dan jasa, sehingga menjadikan keunggulan kompetitif sebagai bentuk penghasilan serta pendapatan masyarakat,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Afdi Achmad
Editor Andi Oktaviani