ACT

Ada 6 CJH Kloter Banjarmasin Jatuh Sakit, Satu Jamaah Meninggal Dunia

0 97

SEBANYAK 318 calon jamaah haji (CJH) bertolak dari Bandara Syamsudin Noor, embarkasi haji Banjarmasin menuju Bandara Amaa Madinah, Arab Saudi, Selasa (9/7/2019) pagi. Kelompok terbang (kloter) 1 Banjarmasin ini terdiri dari 256 jamaah asal Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) dan 57 jamaah asal Banjarmasin plus lima petugas haji.

GUBERNUR Kalsel Sahbirin Noor mengingatkan agar para CJH menjaga kesehatan selama berada di Tanah Suci Madinah, karena suhu udara yang begitu panas di kota suci umat Islam itu.

“Jadi, kita khawatirkan dengan kondisi cuaca yang begitu terik, dapat menyebabkan calon jamaah haji akan mengalami dehidrasi, ketika beraktivitas pada siang hari,” ucap Gubernur Kalsel Sahbirin Noor.

Tak hanya menjaga kesehatan, Paman Birin-sapaan akrab gubernur ini juga mewanti-wanti agar para tamu Allah menjaga kesucian Kota Madinah, dengan ramah dan tidak meninggalkan kesan negatif selama berada di Kota Nabi SAW tersebut.

BACA : Dilepas Paman Birin, Kloter 1 CJH Kalsel Bertolak Ke Tanah Suci

Sementara itu, Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Kalsel Noor Fahmi menyebut seharusnya ada 325 CJH yang berangkat pada hari ini. Namun, sebelum masuk Asrama Haji Banjarmasin pada Senin (8/6/2019) lalu, tercatat ada enam jamaah jatuh sakit. Satu CJH asal HSS meninggal dunia.

” Terkait jamaah yang sakit dan sedang dirawat masih ada peluang. Mereka akan diberangkatkan dan dan dipindahkan ke kloter selanjutnya jika kondisinya sudah  memungkinkan,” ucap Noor Fahmi.

BACA JUGA : Kloter Terakhir Jamaah Haji Kalsel Tiba Selamat di Bandara Syamsudin Noor

Menurut dia, kloter 1 CJH Banjarmasin sudah masuk ke Asrama Haji pada 8 Juli lalu untuk menjalani serangkaian pemeriksaan dan pengarahan lanjutan manasik haji. “Termasuk pemeriksaan kesehatan, penyerahan paspor dan pemasangan gelang tanda jamaah. Untuk armada pemberangkatan pesawat Garuda Indonesia disiapkan sejak jauh-jauh hari dengan pemeriksaan penuh dari tim mekanik,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.