Terapkan Konsep Proletar, ULM Anugerahi Doktor Kehormatan Max Havelaar

MEMASUKI usia ke 61 tahun, perguruan tinggi tertua di Kalimantan, Universitas Lambung Mangkurat (ULM) mencetak sejarah baru. Sejak didirikan enam dekade, kali pertama ULM memberi gelar doktor kehormatan kepada Nico ‘Max Havelaar’ Roozen.

SOSOK pendiri dan mantan Direktur Eksekutif Solidaridad, organisasi nirlaba yang berpusat di Utrech  Belanda, yang sudah empat dekade berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat internasional yang lebih berkeadilan dari 40 negara di lima benua.

Rektor ULM Prof Dr Sutarto Hadi mengungkapkan alasan Nico ‘Max Havelaar’ Roozen diberi gelar anugerah doktor kehormatan karena sumbangsihnya yang telah diakui dunia.

BACA : 16 Prodi di ULM Menjadi Tujuan Beasiswa LPDP 

“Dia adalah orang yang pertama menggagas konsep fair trade internasional yang telah menginspirasi dunia, karena membangun kerja sama internasional antara negara maju dan negara berkembang yang sama-sama menguntungkan,” ucap Sutarto kepada awak media, usai acara kuliah umum dan sidang terbuka senat untuk penganugerahan gelar doktor kehormatan honorir causa (Dr.Hc) di Rektorat ULM, Selasa (18/6/2019).

Menurut Sutarto, kerjasama internasional yang dikonsep Nico ‘Max Havelaar’ Roozen, harus berpihak kepada kaum proletar baik dari golongan buruh, petani dan nelayan kecil yang tidak menikmati buah dari pembangunan.

“Saya melihat hal serupa juga terjadi di tanah air, dengan menerapkan fair trade internasional yang dikonsep Nico Roozen, saya kira kita bisa menciptakan dunia yang lebih baik, adil dan seimbang,” urai guru besar pendidikan matematika ini.

BACA JUGA : Raih Akreditasi A, ULM Target Lima Tahun Terakreditasi Internasional

Dia mengungkapkan apa yang telah dikerjakan Nico Roozen selama lebih dari empat dekade telah dinikmati jutaan orang dari belahan bumi ini.

“Oleh karena itu, kami memantapkan diri memberikan gelar doktor kehormatan kepada beliau, dengan harapan memberikan inspirasi kepada civitas akademika ULM secara khususnya maupun pemuda Kalsel secara umumnya,sehingga akan melahirkan Max Havelaar-Max Havelaar baru,” terang mantan Wakil Rektor IV ULM ini.

Sutarto menjelaskan ULM akan menjalin kerja sama dengan organisasi Solidaridad, salah satu bentuk kerja samanya adalah dengan menempatkan mahasiswa ULM training selama beberapa pekan di proyek-proyect yang digarap Solidaridad di tanah air maupun di luar negeri, sehingga akan memberikan wawasan mahasiswa tentang pemberdayaan masyarakat.

BACA LAGI : ULM Jalin Kerjasama dengan Tujuh Universitas di Taiwan

Doktor jebolan Universiteit Twente ini menjelaskan ULM mulai menerapkan konsep fair trade internasional dengan mengembangkan ekstrak pasak bumi produk helbar bekerja sama dengan masyarakat dan petani kecil sehingga akan meningkatkan pendapatan mereka.

“Pabrik sudah siap, tinggal jalan saja untuk pemasaran kita akan menggandeng Kimia Farma, tinggal menunggu perjanjian kerja sama antara ULM dan PT (Persero) Kimia Farma,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS