ACT

Lawan Narkoba, Ketua MUI Banjarmasin Ajak Pengawasan Orangtua Lebih Ketat Lagi

0 226

DATA Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Aliansi Relawan Perguruan Tinggi Anti Penyalahgunaan Narkoba (Artipena) menyebut ada 39 kampung di Provinsi Kalsel telah terpapar narkoba. Program desa dan kelurahan bersih narkoba pun kini digaungkan BNN dengan merangkul perguruan tinggi di Kalsel.

LEWAT gerakan pencegahan, pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba (P4GN) diharapkan para kepala desa dan lurah, pemerintah kabupaten/kota serta Pemprov Kalsel gencar melawan narkoba. Tujuannya untuk menurunkan angka pecandu narkoba serta mempersempit ruang gerak sindikat barang-barang terlarang itu.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Banjarmasin, KH Murjani Sani menegaskan untuk melawan narkoba harus dimulai dari ruang kecil terlebih dulu, yakni keluarga.

“Inilah peran penting para orangtua untuk mengawasi anaknya. Seperti anaknya bergaul dengan siapa, kalau malam hari, ditanyakan ke mana saja. Pengawasan orangtua ini sangat dibutuhkan dalam menangkal kejahatan narkoba yang telah mengincar generasi muda di Banjarmasin,” kata Murjani Sani kepada jejakrekam.com, Rabu (13/2/2019).

BACA :  Imej Banjarmasin Rusak Akibat Peredaran Narkoba Makin Marak

Dosen Fakultas Ushuluddin UIN Antasari Banjarmasin ini menilai tindakan pemberantasan yang dilakukan aparat penegak hukum baik kepolisian maupun BNN, sudah cukup efektif. Hanya saja, Ketua MUI Banjarmasin ini mengingatkan agar lebih ditingkatkan lagi, termasuk upaya pencegahan narkoba.

“Selama ini, kami juga diundang saat pemusnahan barang bukti kejahatan narkoba. Untuk memutus mata rantai, memang para pemakai yang harus dicegah, sehingga ketika permintaan narkoba menurun, otomatis pasokan juga akan menurun,” kata Murjani Sani.

Menurut dia, upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba juga tak bisa hanya mengandalkan aparat penegak hukum, perlu keterlibatan semua elemen masyarakat. Ia pun menyabut hadirnya program desa atau kelurahan bersih narkoba yang digaungkan BNN.

BACA JUGA :  Ada 36 Kampung Terpapar, Kepala BNN Sebut Kalsel Sudah Darurat Narkoba

Kata dia, selama ini, peran para ulama dan tokoh masyarakat dalam menangkal peredaran narkoba cukup intensif, baik melalui pengajian, ceramah dan lainnya.

Namun, Murjani Sani tetap berharap peran dari para orangtua yang jauh lebih efektif dalam pengawasan anak-anaknya. Bagaimana pun, beber dia, sasaran para pengedar dan bandar narkoba adalah anak-anak usia produktif, sehingga peran semua pihak yang dilibatkan dalam perang melawan narkoba.

“Kami juga meminta Pemkot Banjarmasin serius dalam upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba. Apalagi, sekarang Banjarmasin menjadi pasar empuk peredaran narkoba. Sekali lagi, ini butuh peran semua pihak, tak bisa mengandalkan hanya aparat kepolisian atau pihak terkait,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.