Politisi Senior Hiasi Dapil Batola

Oleh : Khariadi Asa

ADA tiga kabupaten di Kalsel di mana Partai Golkar mampu meraih kursi maksimal dengan 13 kursi, yakni Barito Kuala (Batola), Banjar, dan HSU. Khusus Batola, dilihat dalam dua kali pemilu terakhir ini (2009, 2014), kekuatan Golkar di Bumi Ije Jela ini semakin merata.

HAMPIR semua daerah pemilihan (dapil) yang mencakup 17 kecamatan, Golkar memimpin perolehan kursi.  Pada Pemilu 2009, kursi yang ada di lembaga perwakilan Batola ada 30 kursi, kemudian seiring bertambahnya jumlah penduduk pada Pemilu 2014 menjadi 35 kursi. Di Pemilu 2009 Golkar mengoleksi 7 kursi, kemudian naik drastis di Pemilu 2014 dengan 13 kursi.

Di bawah Golkar, kekuatan partai-partai lainnya merata. Di pemilu 2009, ada 6 partai yang sama-sama memperoleh 3 kursi (Gerindra, PPP, PDIP, PBR, Demokrat, dan PKS). Kemudian di Pemilu 2014, ada empat partai yang memperoleh sama-sama dengan 4 kursi (Gerindra, PDIP, PKB, dan PKS).

Dengan data di atas, bisa diasumsikan bahwa kekuatan politik selama dua kali pemilu di wilayah Batola tidak mengalami perubahan yang signifikan.

BACA :  Satu Kursi DPRD Kalsel Seharga 50 Ribu Suara, Parpol Peraih Suara Terbesar Mendominasi

Seiring perkembangan pembangunan wilayahnya kini Batola merupakan kabupaten yang relatif dinamis dalam membuka diri. Hal itu jika dilihat keberadaan jalan nasional yang menghubungkan kawasan hulu sungai (Sungai Puting-Margasari) menuju provinsi tetangga, Kalimantan Tengah.

Begitu pula keberadaan Sungai Barito yang membelah wilayah geografisnya, merupakan aset tersendiri, terutama dalam menunjang aktivitas perekonomian antarkabupaten dalam provinsi maupun dengan Provinsi Kalimantan Tengah.

Dengan wilayah yang luas dan karakter geografisnya yang ada merupakan tantangan tersendiri bagi caleg yang bertarung di wilayah ini. Namun dengan semakin membaiknya infrastruktur antarkecamatan, terutama wilayah yang berdekatan dengan Kota Banjarmasin dan kabupaten tetangga lainnya, wilayah inipun menjadi incaran kaum pendatang.

BACA JUGA :  Banyak Tokoh Maju, Laga Sengit Perebutan 11 Kursi DPR RI di Dapil Kalsel

Kecamatan yang terbilang cukup pesat pertumbuhan penduduknya adalah Alalak yang notabene juga sebagai kawasan penyangga Kota Banjarmasin, diikuti Kecamatan Mandastana. Dua kecamatan ini masuk dalam Dapil 2 (Kecamatan Alalak, Mandastana, dan Jejangkit). Jika pemilu sebelumnya di dapil ini memperebutkan 8 kursi, kini bertambah dengan 9 kursi.

Pemilu 2019 di wilayah ini dipastikan akan sangat kompetitif, itu jika dilihat kandidat yang mencalonkan diri sudah memiliki pengalaman dan akses publik yang relatif cukup tinggi. Dan menghadirkan sejumlah politisi sarat pengalaman. Batola di Pemilu 2019 ini merupakan Dapil Kalsel 3 (DPRD Provinsi) yang memperebutkan 4 kursi.

Di dapil ini ada nama Hasanuddin Murad (Golkar/mantan bupati dua periode), Ma’mun Kaderi (PPP/mantan Wakil Bupati), H Jahrian (NasDem/pengusaha), Karlie Hanafi (Golkar/anggota DPRD Kalsel), Habib Ali (PPP/anggota DPRD Kalsel), Hj Kamariatul Herlina (Hanura/anggota DPRD Kalsel), Anis Riduwan (PDIP/anggota DPRD Batola), Fahrin Nizar (PDIP/mantan anggota DPRD Batola dan mantan Cawabup Pilkada 2017).

BACA LAGI :  Dibanding Pemilu 2014, Pemilih Kalsel di Pemilu 2019 Menurun 31.289 Orang

Begitu juga di dapil yang memperebutkan kursi DPRD Batola yang tersebar di 4 dapil. Sejumlah nama petahana masih menghiasi, ditambah sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai kalangan dan profesi.

Pemilu 2019 tinggal menghitung hari, para caleg pun sudah pasti telah melakukan pemetaan dimana kantong pemilih yang mau disasar, dirangkul, dan diprioritaskan untuk mendulang suara.

Meraih kursi di lembaga perwakilan (DPRD) memang tidak gampang. Setelah duduk di kursi yang diraih pun beban tanggung jawab menanti. Karena mereka sudah mendapat predikat sebagai wakil rakyat.  Mereka harus menjalankan segala amanah pemilih yang diwakilinya.(jejakrekam)

Penulis adalah Aktivis Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel

Mantan Komisioner KPU Barito Kuala

Anda mungkin juga berminat
Loading...