Dirgahayu

Nelayan Takut Melaut, Pasokan Ikan Segar di Banjar Raya Merosot

PASOKAN ikan laut mulai berkurang di Pelabuhan Perikanan Banjarmasin yang juga dikenal dengan Pasar Ikan Banjar Raya. Hal ini dipicu cuaca buruk yang terjadi di perairan Laut Jawa, sehingga para nelayan enggan melaut.

AKTIVITAS pelelangan ikan hasil tangkapan para nelayan di Pasar Ikan Banjar Raya, Jalan Barito Hilir, Kelurahan Pelambuan, Banjarmasin Barat, Jumat (29/12/2018), tampak sedikit lengang.

Padahal, lazimnya cukup ramai dengan transaksi jual beli ikan dilakukan sejumlah bandar ikan atau pedagang besar untuk selanjutnya diecer ke sejumlah pasar yang ada di Banjarmasin serta kota-kota lain di Kalsel.

Menariknya, jika biasanya nelayan yang membawa ikan dengan kapal di Dermaga Banjar Raya. Ternyata, hasil tangkapan ikan berasal dari Kotabaru, Asam-Asam dan Batulicin, Tanah Bumbu diangkut dengan mobil boks.

“Ya, sudah lima hari ini, pasokan ikan berasal dari Kotabaru, Batulicin dan Asam-Asam dibawa menggunakan mobil. Tidak menggunakan kapal, karena nelayan takut melaut, akibat cuaca ekstrem seperti sekarang,” kata Rustam, salah satu pedagang ikan kepada jejakrekam.com, Jumat (18/12/2018) malam.

BACA :  Menengok Desa Sungai Batang, Sentra Ikan Tawar Asin Khas Banjar

Rustam yang juga menjadi pedagang pengecer ikan di Pasar Teluk Tiram ini mengakui harga beli ikan hasil tangkapan dari Batulicin, Kotabaru dan Asam-Asam lebih mahal.

“Ya, karena ongkos angkut lebih tinggi dibanding langsung dibawa kapal nelayan yang sandar di Dermaga Banjar Raya ini,” ucap Rustam.

Ahmad, pedagang ikan asal Marabahan pun mengakui kenaikan harga ikan tangkapan asal Kotabaru dan Tanah Bumbu. “Sudah tiga hari lalu, saya tak dapat ikan laut untuk dijual ke pasar,” kata Ahmad.

Penyebabnya, para nelayan tak berani melaut akibat gelombang tinggi serta cuaca yang makin tak menentu di laut. “Sudah biasa kalau di bulan Desember ini, hasil tangkapan ikan lebih sedikit dibanding bulan-bulan lalu. Makanya, harga ikan laut pun lebih mahal,” ucap Ahmad.

Salah satu pengumpul ikan di Pasar Ikan Banjar Raya, Hj Neni pun mengatakan kenaikan harga ikan laut yang dipasok dari Batulicin, Asam-Asam dan Kotabaru berkisar Rp 3.000 hingga Rp 5.000 per kilogram.

Ia mencontohkan seperti ikan laut lajang sebelumnya hanya Rp 18 ribu, naik menjadi Rp 20 ribu per kilogram. Kemudian, ikan tongkol awalnya Rp 35 ribu per kilogram, sekarang jadi Rp 40 ribu. Lalu, ikan peda dari Rp 35 ribu tergerek Rp 40 ribu per kilogram.

BACA JUGA :  Permintaan Ikan Kering Khas Banjar pun Sampai ke Arab Saudi

“Harga ikan mahal atau tidaknya tergantung ukuran. Kalau ukuran sedang, ya segitu harganya. Kalau besar, lebih mahal lagi. Namun, dengan minimnya pasokan, harga ikan pasti mahal,” kata Hj Neni.

Ia mengakui kurangnya pasokan ikan laut segar di Banjarmasin, membuat harganya makin naik. Ini belum lagi ditambah tingginya permintaan ikan laut, sementara pasokan justru berkurang karena hanya disuplai dari Kotabaru dan Tanah Bumbu. Belum ditambah dekatnya permintaan ikan untuk merayakan malam tahun baru.

Sementara itu, sejumlah nelayan yang berada di Dermaga Banjar Raya pun mengakui untuk sementara tak berani melaut. Mereka mengungkapkan mendapat informasi dari BMKG serta instansi terkait agar tak mencari ikan ke laut sejak pertengahan Desember hingga akhir tahun.
“Mungkin, awal tahun atau pada bulan Januari 2019 nanti, kami bisa melaut,” ucap seorang nelayan.(jejakrekam)