ACT

Terkena Jeli Panas, Shofia Terbaring Lemah

0 295

ORANG tua mana yang tak berduka melihat buah hatinya terluka. Kepedihan itu sedang dirasakan pasangan Markani dan Ni Putu Yulia Kasmawati, warga di Jalan Kuin Utara Gg Al-Aman Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Shofia, si bungsu buah hati mereka yang masih berusia dua tahun, kini hanya bisa terbaring lemah dengan perban luka di tangan dan kaki kirinya. Kesedihan masih tergambar di wajah mereka, meski kejadian sudah berlalu delapan hari lamanya.

DUKA mendalam mungkin lebih dirasakan Ni Putu Yulia Kasmawati (42). Ibunda Shofia ini masih mengingat jelas kejadian nahas Rabu (5/12/2018) siang lalu. Rutinitas sebagai penjual agar-agar jeli di sebuah PAUD di Kota Banjarmasin membuatnya harus sibuk di dapur sejak malam hari. Entah kenapa, hari itu ia memilih membuat jeli di waktu siang saat Shofia sedang asyik bermain. Ni Putu Yulia Kasmawati mengaku teledor sehingga jeli panas yang baru selesai dibuatnya tumpah mengenai sang putri.

Keterbatasan biaya membuat ibu yang kerap disapa Yuli itu hanya mampu membawa Shofia berobat di mantri kampung. Penghasilannya sebagai penjual agar-agar jeli tak seberapa. Sedangkan suami saat ini tidak memiliki pekerjaan tetap. Markani (50) memiliki keahlian jasa bekam yang penghasilannya juga tidak menentu. Sementara mereka memiliki empat anak yang harus dibiayai. “Saya bingung waktu itu harus bagaimana, yang bisa kami lakukan hanyalah membawa Shofia berobat di fasilitas kesehatan terdekat,” tutur Markani lirih.

BACA : MRI-ACT Kalsel Antarkan Bantuan untuk Marbot Musala Tua

Di kampung, Shofia hanya mendapatkan pengobatan. Selama enam hari bocah berambut ikal itu tak menampakkan perkembangan berarti. Dengan segala keterbatasan, akhirnya Markani dan Yuli memutuskan membawa Shofia ke rumah sakit. “Setelah diperiksa dokter katanya harus operasi. Sungguh kami bingung ke mana mencari biaya utk operasi,” kenang Markani.

Beruntung, ada dermawan yang peduli terhadap kondisi putri mereka. Seorang perempuan yang tak mau disebutkan namanya, berinisiatif melakukan penggalangan dana untuk Shofia, hingga akhirnya ia bisa dioperasi.

 

 

“Alhamdulillah operasi berjalan lancar. Shofia bisa bercanda kembali dengan kakaknya dan kami,” ucap Yuli. “Terima kasih. Hanya itu yang bisa kami ucapkan untuk para dermawan,” imbuhnya.

BACA JUGA : ACT Kalsel Lelang Foto Bencana Sulteng di Talkshow Single Lillah

Mendengar kabar kondisi Shofia, tim Aksi Cepat Tanggap Kalimantan Selatan (ACT Kalsel) turut menyampaikan empati. Kamis (13/12/2018). Tim menjenguk Shofia di kediaman sekaligus menyerahkan donasi, amanah kepedulian masyarakat Indonesia, untuk membantu Shofia.

“Perjuangan Shofia masih panjang. Setelah ini Shofia akan menjalani observasi lanjutan di rumah sakit yang tentu biayanya juga tak sedikit. Semoga donasi ini bisa membantu,” ungkap Head of Marketing ACT Kalsel Muhammad Ridha Wardhana, yang mengaku sangat terharu melihat Shofia terbaring saat itu. “Saya teringat anak perempuan Saya di rumah,” pungkasnya sembari berharap akan ada banyak tangan kebaikan yang terulur untuk membantu kesembuhan Shofia.(jejakrekam)

Penulis Retno Sulisetyan
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.