Di Kejurnas XVII Solo, Atlet Panjat Tebing Kalsel Tertahan di Peringkat Kelima

PERTARUNGAN sengit tersaji di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) XVII Panjat Tebing di Kompleks Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, yang berlangsung 28 November hingga 2 Desember 2018.  Ada 27 kontingen dan 18 nomor yang dipertandingkan, termasuk dua nomor olimpiade.

TERCATAT ada 129 atlet panjat tebing dari 27 provinsi yang berlaga di dinding vertikal itu. Termasuk, kontingen Kalimantan Selatan. Sayangnya, atlet tim lead putra yang diterjunkan Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Kalsel, yakni Ismail Ramadhani, Gusti Novaringga, dan M Elfarizi Redky, harus mengakui keunggulan atlet dari provinsi lain. Terutama, tuan rumah Jawa Tengah serta Jawa Timur dan Jawa Barat serta Bali.

“Ya, atlet panjat tebing yang kita turunkan di nomor lead, hanya mampu meraih peringkat ketiga di babak kualifikasi lead putra. Kemudian, pada babak final hanya mencapai peringkat kelima,” kata Manager Tim Panjat Tebing Kalsel, Abdul ‘Gharoe’ Latif kepada jejakrekam.com, Kamis (29/11/2018).

Ia mengakui target untuk mempertahankan prestasi, terutama di nomor lead putra yang jadi andalan Kalsel, belum bisa terwujud di kejurnas kali ini.

BACA : Target Rebut Medali, 7 Atlet Panjat Tebing Kalsel Dikirim ke Kejurnas XVII Solo

“Kontingen Kalsel memang belum bisa meraih medali di Kejurnas XVII Panjat Tebing di Solo. Sementara, kita hanya bisa mempertahankan peringkat,” kata Ketua Bidang Pembinaan Prestasi FPTI Kalsel ini.

Menurut Latif, apa yang terjadi di Solo, akan menjadi bahan evaluasi selepas pulang nanti di Banjarmasin. Pria yang akrab disapa Gharoe ini mengamati justru kendala utama yang dihadapi adalah stamina atau fisik para atlet yang belum mampu bersaing dengan atlet panjat tebing dari Jawa.

“Kalau masalah teknik, atlet-atlet Kalsel mampu bersaing. Namun, masalah yang dihadapi adalah fisik. Ini yang akan jadi bahan evaluasi,” tegas Gharoe.

Untuk diketahui, pada kategori lead dan boulder, kontingen Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Bali yang masing-masing menyabet medali. Begitupula, di kategori lainnya, mayoritas disabet tim-tim dari Jawa dan Bali.(jejakrekam)

 

Penulis Sayyidil Ahmada
Editor Didi G Sanusi