Ironis, dalam Setahun, 432 Orang Meregang Nyawa di Jalanan Kalsel

0

IRONIS. Angka kecelakaan lalu lintas di Provinsi Kalimantan Selatan, ternyata terbilang tinggi. Berdasar data yang dirilis Kementerian Perhubungan (Kemenhub), kasus kecelakaan lalu lintas di Indonesia mencapai 103 ribu, dengan korban mencapai 1,25 juta orang per tahun.

BAGAIMANA dengan Kalsel? Masih dari data Kemenhub RI, dalam setahun sebanyak 543 orang mengalami kecelakaan lalu lintas di Kalsel. Mirisnya, 432 orang meninggal dunia, atau meregang nyawa di jalan. Memprihatinkan lagi, berdasar data itu, rata-rata korban kecelakaan tergolong umur paling produktif, dari usia 15 hingga 29 tahun. Korban didominasi anak sekolah, dari bangku SLTP, SLTA dan mahasiswa.

Data ini dibeber Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam kampanye Safety Riding di hadapan ribuan mahasiswa baru Uniska Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary di Gedung Sultan Suriansyah, Banjarmasin, Kamis (6/9/2018).

“Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab kematian terbesar nomor dua di dunia. Sedangkan, di Indonesia, penyebab kematian pertama adalah penyakit stroke, kedua kecelakaan lalu lintas,” kata Menhub Budi Karya Sumadi.

Mantan Direktur Utama PT Angkasa Pura II ini mengungkapkan fakta bahwa 70 persen lalu lintas di Indonesia, didominasi sepeda motor. Sisanya, 30 persen menggunakan moda transportasi lain. “Di negara kita, 90 persen kematian akibat kecelakaan, terutama di kalangan masyarakat berpenghasilan rendah. Kecelakaan itu sering terjadi pada pejalan kaki dan yang mengendarai sepeda motor,” ungkap Budi Karya Sumadi.

Dari data itu, Menhub juga mengungkapkan per tahunnya sekitar 1,25 juta penduduk Indonesia meninggal akibat kecelakaan lalu lintas. “Pendeknya, tiga orang meninggal dari empat orang yang mengalami kecelakaan lalu lintas. Kecelakaan lalu lintas khususnya pada pengendara sepeda motor, akibat cedera di bagian kepala,” ungkapnya.

Untuk itu, Menhub Budi Karya Sumadi mengajak agar para mahasiswa dan masyarakat bisa mengurangi kecepatan lima persen dari batas normal, justru dapat mengurangi 30 persen kecelakaan lalu lintas yang fatal.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.