Mantan Ketua NU Kalsel Gabung PKS, Eks Birokrat Ramai-Ramai Jadi Politisi

1

JELANG Pemilu 2024, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) di Kalimantan Selatan makin menambah amunisi kadernya. Ini setelah, sejumlah mantan birokrat bergabung ke partai ‘reinkarnasi’ Partai Keadilan (PK) ini.

MANTAN Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalimantan Selatan Abdul Haris Makkie ikut mengantongi kartu tanda anggota (KTA) PKS.

Haris Makkie merupakan mantan calon Walikota Banjarmasin yang diusung Partai Gerindra serta parpol lainnya, sempat menjadi rival jago PKS; Hj Ananda-Mushaffa Zakir pada Pilwali 2020 lalu.

Selain itu, Haris Makkie juga eks Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel. Ternyata, langkah Haris Makkie juga diikuti sejumlah bekas birokrat di Pemkot Banjarmasin hingga mantan bankir.

BACA : Dikabarkan Berlabuh ke PDIP atau PKS? Hj Ananda : Saat Ini Masih Baju Kuning!

Seperti mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Banjarmasin Mukhyar yang juga sempat mengecap jabatan pelaksana tugas Sekda Kota Banjarmasin.

Penyerahan surat keputusan (SK) sekaligus KTA dan pelantikan dilakukan Sekjen DPP PKS Habib Aboebakar Alhabsyi di Hotel Rattan Inn, Banjarmasin, Sabtu (21/5/2022).

Haris Makkie pun bukan menjadi anggota PKS biasa. Ia ditahbiskan menjabat Ketua Dewan Pakar PKS Kalsel, dibantu Ridwan Hanafiah sebagai sekretaris. Sedangkan, para anggota Dewan Pakar PKS Kalsel diisi; Habib Hamid Bahasyim, M Ali Syahbana, Muhammad Taufik Ibrahim, Hj Devi Hartati dan Bukhari.

BACA JUGA : Ibnu Sina Pimpin Demokrat Kalsel, PKS Tak Khawatir Ada Fragmentasi Dukungan Massa Partai

Ketua Dewan Pakar PKS Kalsel Abdul Haris Makkie pun mengakui tertarik bergabung ke partai dakwah ini karena lebih nyaman, usai menghabiskan masa kariernya sebagai birokrat di Pemprov Kalsel.

“PKS juga membuka diri bagi kami seperti mantan birokrat, mantan bankir dan lainnya. Bukan hanya eks birokrat Pemprov Kalsel, dari Pemkot Banjarmasin juga ada bergabung ke PKS,” ucap Haris Makkie kepada jejakrekam.com, Senin (23/5/2022).

Menurut Haris, PKS bisa menjadi partai ideal yang mengakomidir harapan serta sejalan dengan pemikiran dirinya. “Kesan PKS sebagai partai yang eksklusif justru terbantahkan dengan hadirnya para mantan birokrat dan mantan bankir bergabung ke partai ini,” ucap Haris.

BACA JUGA : Orang Miskin Baru Bertambah di Banjarmasin, Fraksi PKS Usul Rumah Penerima Bansos Diberi Tanda

Sebagai sosok yang berlatar belakang Nahdlatul Ulama (NU), Haris pun mengatakan tidak ada kendala berarti di PKS, karena merupakan partai religius yang nasionalis.

“Tidak ada masalah. Karena, PKS sekarang lebih membuka diri dengan pemikiran-pemikiran yang berkembang di masyarakat, termasuk yang berlatar belakang kejamiyahan NU,” tutur Haris.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi
1 Komentar
  1. Imi berkata

    PKS SEKARANG BUKAN PKS YG DULU.

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.