Husairi Abdi

Gelar Soswasbang, Yani Helmi Minta Warga Barokah Tak Terpengaruh Dampak Radikalisme

0

WARGA Desa Barokah, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Tanah Bumbu, diminta untuk tidak mudah terpengaruh dengan paham radikalisme.

ANGGOTA DPRD Kalsel, Muhammad Yani Helmi, mengungkapkan, setelah diselenggarakannya kegiatan ini diharapkan masyarakat mampu memahami apa bahaya yang diciptakan radikalisme.

“Ini penting dilaksanakan, guna menahan adanya hal semacam itu dan kegiatan ini mampu menambah wawasan baik kepada masyarakat umum ataupun siswa/siswi yang mengikuti kegiatan tadi,” ujarnya usai menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Idelogi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan (Soswasbang), di Desa Barokah, Jumat (24/12) siang.

BACA : Perangi Hoax, Yani Helmi Dan Aparat Polri Minta Generasi Muda Cerdas Sikapi Dunia Digital

Anggota legislatif di Komisi II membidangi ekonomi dan keuangan itu, menuturkan, dengan adanya materi wawasan kebangsaan yang berhasil disampaikan tersebut mampu menumbuhkan pengetahuan secara luas tentang berpancasila.

“Kita harus cerdas dalam mengambil sikap dan jangan sampai terpengaruh dengan dampak dari radikalisme tersebut. Sampai hari ini kita dengar masih terjadi,” bebernya.

Selain mampu memupuk rasa nasionalis terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), harapan untuk menekan terjadinya radikalisme diakuinya sangat besar.

“Tentu saja, kita selalu mendorong agar generasi muda khususnya kepada masyarakat umum yang hadir tadi juga mulai sekarang bisa menanamkan sikap kecintaan bernegara,” ucap Wakil Ketua fraksi Golkar di DPRD Kalsel yang akrab disapa Paman Yani.

BACA JUGA :  Yani Helmi Sosialisasikan Ideologi Pancasila Dan Wasbang Di Kelumpang Selatan

Sementara itu, Plt Kabid Politik Bakebangpol Kalsel, Indra Nurul Huda, memaparkan, kegitan ini sangat baik dilaksanakan khususnya bagi generasi millenial sebagai penerus. Bahkan, tujuannya pun agar kemampuan wawasan kebangsaan mereka mampu terasah dengan baik.

“Dengan sajian materi tadi diharapkan tanggung jawab mereka akan lebih timbul dengan rasa yang begitu memiliki pula itu, jelas tingkat kesadaran memilikinya pun menjadi cukup tinggi,” ungkapnya.

Indra menyebutkan, materi yang disampaikan ini sudah menyesuaikan dengan empat pilar sebagai pondasi bagi masyarakat untuk kehidupan bernegara agar terciptanya kerukunan antar suku, agama dan budaya.

“Diantaranya adalah mengandung nilai-nilai dari Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika. Sehingga, inilah yang harus ditanamkan agar ideologi dalam bernegara tetap kuat serta tidak mudah terdoktrin stigma dari radikalisme ini,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Riza
Editor Fahriza

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.