Husairi Abdi

Cukup Sekali Suntik, Vaksin Johnson & Johnson Diperuntukkan bagi Masyarakat Adat dan Penyandang Disibilitas

0

VAKSIN Johnson & Johnson disumbang Pemerintah Belanda melalui skema bilateral dengan Pemerintah Indonesia, disuntikkan bagi warga adat dan penyandang disabilitas di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

VAKSIN asal pabrikan Johnson & Johnson (JNJ) dari New Jersey, Amerika Serikat ini telah mendapat izin penggunaan darurat atau EUA (Emergency Use Authorization) dari Badan POM pada 7 September 2021.

Berbeda dengan jenis vaksin lainnya, vaksin Johnson & Johnson ini merupakan vaksin pertama yang hanya membutuhkan satu suntikan atau dosis tunggal 0,5 mililiter untuk masyarakat umum berusia 18 tahun ke atas. Sementara, mayoritas vaksin virus Corona memerlukan dua kali suntikan.

Dari 500 ribu dosis vaksin Johnson & Johnson yang dihibahkan Pemerintah Belanda ke Indonesia, 1.000 di antaranya diperuntukkan bagi warga Tabalong.

BACA : Pemegang Kartu BPJS Tak Bervaksin Disanksi, Pemkab HSS Berlakukan ‘Jam Malam’ Saat Nataru

Direktur Perkumpulan Pusaka Tabalong, Firman Yusie mengatakan vaksin Johnson & Johnson diberikan kepada para penyandang disabilitas.

“Penyuntikan vaksin Johnson & Johnson ini merupakan buah kerja sama antara Perkumpulan Pusaka dengan Filantropi Indonesia serta dukungan dari Kementerian Kesehatan RI dan Pemkab Tabalong. Jadi di Kalsel, hanya Perkumpulan Pusaka yang mendapat jatah jenis vaksin ini,” kata Firman Yusie kepada jejakrekam.com, minggu (26/12/2021).

Sekretaris Komisi IV DPRD Kalsel ini mengatakan suntikan vaksin Johnson & Johnson hanya satu kali saja, berbeda dengan jenis vaksin lainnya yang membutuhkan dua dosis.

“Makanya, sasaran untuk masyarakat divaksin adalah para penyandang disabilitas dan masyarakat adat. Dengan sekali suntik vaksin, masyarakat terpencil yang kesulitan akses ke pusat-pusat vaksin, tidak perlu dua kali datang atau didatangi petugas. Demikian pula penyandang disabilitas yang memerlukan fasilitas khusus,” kata Firman Yusie.

BACA JUGA : Sanksi Bukan Hal Utama, Vaksinasi Covid-19 Mestinya Dilakukan Secara Humanis

Sekretaris Fraksi PKS DPRD Kalsel ini mengungkapkan kegiatan vaksinasi dijalankan di beberapa lokasi khususnya di daerah pendalaman Kabupaten Tabalong. Karena pasokannya terbatas, Firman mengatakan penyuntikan vaksin hibah dari Belanda ini bisa mempercepat angka capaian vaksinasi warga di Tabalong.

Perkumpulan Pusaka menjalankan program vaksinasi pembuka di RTH Kambang Tanjung, Kecamatan Murung Pudak. Termasuk, dua desa di Kecamatan Upau yakni Desa Kaong serta Desa Pangelak pada Kamis (23/12/2021).

BACA JUGA : Tren Pandemi Covid-19 Kalsel Turun, Tim Pakar ULM Ingatkan Mutasi Virus Corona

“Hari ini, giliran vaksinasi Johnson & Johnson di Desa Sialing. Insya Allah, Senin (27/12/2021) besok akan dilaksanakan di Desa Marindi dan Desa Wirang,” beber Firman.

Dia memastikan demi mencapai target 70 persen warga Tabalong sudah mendapat vaksin Covid-19, selain di beberapa desa yang telah menjadi sasaran akan dilanjutkan di beberapa lokasi berikutnya, terutama yang masih rendah cakupan vaksinasi.(jejakrekam)

Penulis Herry Yusminda
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.