Husairi Abdi

Rob Disertai Angin Kencang Landa Satui, 211 Rumah Warga di Dua Desa Terendam Air Laut

0

LUAPAN air Laut Jawa di perairan selatan Kalimantan, menerjang dua desa di Kecamatan Satui, Kabupaten Tanah Bumbu.

BANJIR rob akibat tingginya gelombang perairan selatan Kalimantan berkisar 1,25-2,50 meter serta hujan lebat di laut seperti dirilis prakiraan Pusat Meteorologi Maritim, dirasakan warga yang berada di pesisir Satui. Terkhusus lagi di daerah aliran Sungai Satui.

Camat Satui, Lalu Ismail mengatakan dari wilayahnya yang terdampak rob atau air pasang laut, paling parah dialami dua desa yakni Desa Setarap dan Desa Satui Barat. Puncak rob terjadi pada Rabu (7/12/2021) lalu.

“Akibat banjir rob di dua desa itu, ada 274 kepala jiwa dengan 918 jiwa dan 211 rumah yang terdampak diserbu air pasang laut. Saat terjadi bencana, kami langsung evakuasi warga ke tempat yang aman,” kata Lalu Ismail kepada jejakrekam.com, Jumat (10/12/2021).

BACA : Usai Satui, Banjir Rendam Tiga Desa di Teluk Kepayang Tanah Bumbu

Ia mengungkapkan hingga Jumat (10/12/2021), banjir rob masih melanda dua desa, meski ketinggian air tidak separah disertai terpaan angin kencang pada Rabu (7/12/2021) lalu. “Dibanding kemarin, banjir rob menerjang pemukiman warga di dua desa di pesisir pantai itu juga dibarengi dengan angin kencang dan gelombang besar,” tutur Lalu Ismail.

Kondisi warung di Desa Setarap yang diserbu rob dari laut di Kecamatan Satui. (Foto Istimewa)

BACA JUGA : Gelombang Tinggi Di Laut Jawa Dan Kotabaru, Syahbandar Muara Kintap Beri Peringatan Bahaya Kepada Nakhoda

Menurut dia, hal itu dipengaruhi grativiasi bulan sehingga debit terus menaik. Hanya saja, Ismail menyebut tidak terlalu membahayakan masyarakat, karena tidak diikuti angin kencang dan gelombang tinggi.

“Karena kondisi dua desa itu makin membaik dengan turunnya rob, berdasar hasil koordinasi dengan Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcab) Satui pada Kamis (9/12/2021) lalu, disepakati untuk memulangkan para pengungsi,” tuturnya.

BACA JUGA : Banjir Melanda, Walhi Sebut Bukti Kalsel Sudah Darurat Bencana Ekologis

Selama menunggu kondisi dua desa itu kondusif dan dinilai lebih aman dari bencana rob, angin kencang dan gelombang tinggi, para pengungsi di Gedung Serbaguna Desa Al Kautsar, telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

“Rata-rata ketinggian air rob sudah menyentuh lantai. Apalagi, jika rumah warga itu dekat sungai, agak tinggi debit airnya,” kata Ismail.

Sedangkan, menurut dia, untuk rumah tinggi atau panggung, rob belum menyentuh hingga ke lantai. “Ya, tergantung ketinggian rumah. Tapi paling bahaya itu tentu kediaman warga yang berada di dekat Sungai Satui,” tuturnya.(jejakrekam)

Penulis Asyikin
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.