Harga Gas Melambung, Warga di Pelosok Banjarmasin Beralih ke Kayu Bakar

0 110

GEGARA LPG 3 kilogram bersubsidi mahal dan langka, kayu bakar pun mulai dipikirkan jadi alternatif bahan memasak keperluan rumah tangga. Hal tersebut yang dilakukan Hamdiah.

BAK orang zaman dulu. Warga yang tinggal di Jalan Teluk Ujung Benteng, RT 06 RW 02 Kelurahan Mantuil, Kecamatan Banjarmasin Selatan itu harus memasak menggunakan kayu bakar.

“Kalau ada duitnya pakai gas kami, tapi karna susah nyari gas, terpaksa kami pakai kayu,” kata Hamdiah saat dijumpai di rumahnya, Jumat (19/2/2021).

BACA JUGA: Tembus Rp 50 Ribu, Harga Eceran Gas Melon Di Banjarmasin Makin Tak Wajar

Wanita berusia 50 tahun tersebut mengaku sudah satu pekan terakhir menjadikan kayu bakar sebagai alat untuk memasak. Menurutnya, selain harga yang meroket, keberadaan gas melon juga sulit untuk dijumpai.

Jika dibandingkan dengan LPG 3 kilogram, untuk mendapatkan bahan kayu bakar boleh dibilang lebih mudah.

“Sulit sekarang cari gas, kalau kayu itu mudah mencarinya tidak pakai duit. Tergantung rajinnya kita mencari,” ujarnya.

Bahkan saking mudahnya dicari, Hamdiah mengaku malah menjadikan kayu bakar sebagai ladang usaha. Dia turut menjual kayu bakar kepada tetangga di sekitar.

“Malah saya juga menjual kayunya ke tetangga,” tuturnya.

BACA JUGA: Cegah Kelangkaan LPG Bersubsidi, Pertamina Bersama Pemkot Siap Ambil Tindakan Tegas

Bak kejatuhan rezeki, kian hari total penjualan kayu bakar milik Hamdiah makin meningkat.

“Alhamdulillah semingguan ini makin banyak yang beli kayu. Biasanya kami ikat kayunya. Harganya Rp 3 ribu satu ikat isinya 25 potong kayu. Tapi ada juga yang beli cuma Rp 2 ribu, Rp 3 ribu kami jual saja sambil membantu tetangga juga,” ucapnya.

Selain itu, rupanya agen atau pangkalan gas LPG 3 kilogram di tempat Hamdiah boleh dibilang minim. Di RT 06, dia berkata, tak ada satu pun agen penjualan gas melon.

“Kalau bisa satu agen satu RT lah, karena jauh kita harus ke seberang lagi. Soalnya agen gasnya di seberang saja adanya. Bahkan bisa juga kita diberikan gas pas terakhir saja,” pungkasnya. (jejakrekam)

Penulis Riki
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.