HUT PDS Patklin ke-30 Diisi dengan Diskusi Virtual dan Berbagi ke Masjid Al Istiqamah

0 145

MEMPERINGATI hari ulang tahun (HUT) Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Klinik dan Kedokteran Laboratorium Indonesia (PDS Patklin) ke-30, diisi dengan beragam acara.

BERTAJUK bakti kepada negeri, PDS Patklin Cabang Banjarmasin pun menggelar diskusi virtual mengangkat soal donor plasma konvalesen, Rabu (14/10/2020).

Acara ini pun disupport Ketua PDS Patklin Cabang Banjarmasin/Kalselteng, dr  Yurniah Tanzil, M.Kes, Sp.PK(K) dan Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel, Dr dr M Rudiansyah, M.Kes, Sp.PD, K-GH, FINASIM.

Dengan menghadirkan narasumber dr Hendra Agus Setiawan, Sp.P, M.Kes membahas tantangan dan risiko terapi plasma konvalesen. Kemudian, ada pula dr  FX Hendriyono, Sp.PK mengurai mengenal plasma konvalesen, dr  Salmawati, Sp.PK, M.Sc soal donor darah di masa pandemi, dengan moderator dr Mutiara DS, Sp.PK.

BACA : Ketua IDI Kalsel Sebut Masker Berbahan Kain Kurang Efektif Tangkal Corona

Tak hanya itu, HUT PDS Patklin ke-30 juga diisi dengan acara bakti sosial. Lewat PDS Patklin Barito Kuala disalurkan bantuan berupa masker non medis, hand sanitizer dan disinfektan untuk Masjid Al Istiqamah, Jalan Jenderal Sudirman, Marabahan, Rabu (14/10/2020).

Ketua IDI Kalsel Dr M Rudiansyah mengungkapkan dari informasi koleganya, dr Abdi Khairi, Sp.PK dari RSUD H Abdul Azis Marabahan telah diserahkan sebanyak 5 box atau 250 pieces masker non medis, cairan disinfektan dalam jirigen sebanyak 4 liter dan sabu suci tangan sebanyak  4 liter.

“Aksi berbagi perlengkapan kesehatan di tengah pandemi Covid-19 merupakan rangkaian dari HUT PDS Patklin ke-30. Semoga bantuan yang diberikan bermanfaat, khususnya bisa dipakai pihak Masjid Al Istiqamah Marabahan,” kata Rudiansyah kepada jejakrekam.com, Rabu (14/10/2020).

BACA JUGA : Dua Buku Merekam Kegelisahan Sang Dokter soal Pilkada di Tengah Pandemi

Bantuan perlengkapan ‘sterilisasi’ itu pun diterima H Jahri, Bendara Masjid Al Istiqamah Marabah. Menurut Rudiansyah, paket bantuan yang diberikan itu mempertimbangkan berbagai aspek. Salah satunya, masjid terbesar di Kota Marabahan itu sangat ketat menerapkan protokol kesehatan di tengah pandemi Covid-19.

“Bahkan, masjid ini pun memberlakukan bagi para jamaahnya untuk menjaga jarak, pakai masker dan cuci tangan dengan air dan sabun,” tandasnya.(jejakrekam).

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.