Ayo, Berburu Madu Kalulut di Sarang Alang

0

 

 

BERBURU madu kini menjadi hal yang baru dilakukan warga Banjarbaru. Tapi, bukan madu dari lebah hutan atau ternak, tapi justru cairan manis berupa sirup atau meliponini dari lebah kalulut.

MENARIKNYA, madu yang dihasilkan dari hewan triguna atau kalulut ini bisa disedot langsung dari sarangnya, dengan menggunakan sedotan minuman. Tapi, madu yang memiliki citra rasa yang khas, bisa juga langsung diminum. Namun, tetap ekstra hati-hati, kalau tidak bakal diserbu kawanan kalulut seperti ala pasukan lebah biasanya.

Berada di lereng pegunungan Mandiangin yang masih dalam barisan bukit Pegunungan Meratus, tepatnya di Desa Sungai Alang, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar kini menjadi wilayah sasaran perburuan madu kalulut. Tak mengherankan, jika desa ini akhirnya dikenal sebagai Kampung Kalulut dan kini menjadi destinasi wisata madu.

Kawasan penangkaran kalulut yang dikelola Paman Adul-begitu biasa masyarakat menyapanya, merupakan salah satu lokasi yang diyakini pengunjung memiliki jumlah madu yang cukup banyak. Maklum saja, madu kalulut terbukti secara uji laboratorium dan medis memiliki khasiat bagi kesehatan. Dengan kandungan propolis, royal jeli, bivolin dan bifinum, kualitas madu kalulut ini lebih baik dibandingkan madu yang dihasilkan dari lebah madu. Walhasil, madu kalulut di Desa Sungai Alang ini pun kini menjadi buruan dan digemari para pengunjung dari berbagai daerah.

Untuk mencapai kawasan wisata madu kalulut ini, membutuhkan waktu 30 menit dari Kota Banjarbaru menuju Sungai Alang, Karang Intan. Meskipun harus memasuki kawasan hutan, toh kelelahan akan terobati ketika tiba di penangkaran madu kalulut. Tak hanya orang dewasa, wisata edukasi ini juga disukai anak-anak sejak pertama kali diperkenalkan Paman Adul.

Ada puluhan sarang kalulut yang tersusun rapi di sekeliling rumah Paman Adul. Bahkan, pengunjung bisa merasakan sensasi minum madu kalulut langsung dari sarangnya. Hem, benar saja menjadi pengalaman yang seru dan tak terlupakan bagi siapa pun yang berkunjung di sana. Apalagi, terbayang langsung bisa menyedot madu dari sarangnya di antara ratusan spesies triguna ini.

“Sudah sepatutnya kita sudah membudidayakan madu kalulut ini. Selain untuk kesehatan juga berpotensi bisnis. Apalagi, dengan biaya yang tidak terlalu mahal, kalulut sangat mudah untuk dibudidayakan. Saya kira ini menjadi harapan bagi yang menggeluti bisnis rumah tangga,” ujar Sudirwo, seorang pengunjung.

Namun, tetap saja, untuk panen madu dari sarang kalulut ini harus berhat-hati. Jangan sampai membuat kolonil mirip lebah ini terkejut. Sebab, jika mereka terganggu, bisa saja menyerang bahkan mengerebuti siapapun yang mendekati sarangnya. Tapi yang pasti, kalulut tidak seganas lebah apalagi tawon, karena spesies ini dikategorikan sebagai lebah tanpa sengat.

Untuk di Kalimantan, sedikitnya terdapat 31 spesies triguna yang sudah terdeteksi. Sarangnya sangat mudah ditemui dan memiliki kandungan madu yang sangat manis. Ya, selain untuk pengobatan jantung, ginjal, maag dan darah tinggi, ternyata kandung propolis merupaka anti bakteri alami yang disediakan alam.

“Propolis memang menjadi anti bakteri sekaligus anti kumas. Bahkan, bisa menjadi anti oksidan yang tinggi. Itulah mengapa propolis ini menjadi benda berharga bagi kawasan kalulut, karena mampu melindungi koloninya dari penyakit,” kata penangkar madu kalulut, Johan Jauhari.

Menurut Johan, bagi pengunjung yang ingin merasakan sensasi minum madu langsung dari sarangnya bisa datang ke Sarang Alang. “Tapi, bagi yang tak sempat, ya bisa memperolehnya di beberapa gerai usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) madu kalulut yang diolah Paman Adul,” ucap Johan, seraya berpromosi. Ia menjamin madu kalulut yang dikemas dalam botol itu cukup terjangkau, karena harganya berkisar dari Rp 100 ribu hingga Rp 200 ribu per botol.(jejakrekam)

Penulis : M Risanta

Editor   : Didi G Sanusi

 

 

 

Pencarian populer:Berburu sarang kalulut

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.