ACT

Kunker ke Eropa, Kadishut Kalsel : Tujuannya Lawan Kampanye Hitam Sawit

0 65

KAMPANYE hitam Uni Eropa yang menolah produk olahan sawit Indonesia memasuki pasar internasional, khususnya di Benua Biru, jadi alasan Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalsel mengajak 55 wakil rakyat berkunjung ke Eropa.

KEPALA Dishut Provinsi Kalimantan Selatan Hanif Faisol Nurofiq beralasan dengan diundangnya empat pimpinan plus 51 anggota DPRD Kalsel tergabung dalam empat komisi melakukan kunjungan kerja (kunker) ke Eropa, sangat erat dengan kepentingan nasional.

“Selama ini, pemerintah RI telah melakukan segala upaya untuk melawan kampanye hitam Uni Eropa atas produksi minyak sawit Indonesia. Selama ini, negara kita dituding membangun perkebunan sawit berskala besar dengan mengkonversi lahan hutan yang ada,” ucap Hanif Faisol Nurofiq kepada awak media, usai rapat koordinasi membahas kunker ke negara Finlandia dan Estonia di Gedung DPRD Kalsel, Banjarmasin, Kamis (9/1/2020).

BACA : Berdalih Diundang Kemenhut, 55 Anggota DPRD Kalsel Bakal Rombongan Ke Eropa

Atas dasar itu, Kedubes RI yang ada di negara-negara Eropa pun mengundang wakil rakyat Kalsel untuk bersama meng-counter kampanye hitam negara-negara Uni Eropa tersebut.

“Duta Besar Berkuasa Indonesia di Finlandia dan Estonia yang mengundang 55 anggota DPRD Kalsel untuk mengunjungi negara tersebut. Ini bagian dari sosialisasi parlemen Indonesia kepada parlemen negara-negara Eropa,” ucapnya.

Hanif mengungkapkan persaingan dagang antara minyak sawit dengan minyak kedelai dan produk olahan Eropa lainnya, sangat berdampak dengan harga CPO yang selalu rendah di pasaran internasional.

“Padahal, ekspor CPO merupakan penyumbang devisa kedua bagi Indonesia, setelah batubara. Jadi, kehadiran 55 anggota DPRD Kalsel sebagai wakil rakyat Banua bisa turut menyelamatkan sumber pemasukan daerah bagi Kalsel,” tuturnya.

BACA JUGA : Lawan Kampanye Hitam Sawit, Pemprov Kalsel Gandeng Negara-Negara Skandinavia

Dari sisi kepentingan nasional, Hanif menyebut kehadiran 55 anggota DPRD Kalsel ke negara-negara Eropa itu bisa menguatkan argumentasi Indonesia kepada dunia.

“Bagaimana pun, kita sangat serius memperhatikan keberadaan hutan tropis di Indonesia, khususnya di Kalimantan Selatan. Meski banyak berdiri perkebunan sawit, namun keberadaan sawit itu justru untuk membangun hutan yang ada di Kalsel,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.