Jika Sudah Ada Perpres, Metropolitan Banjarbakula Terjamin Pendanaannya

KONSEP Banjarbakula yang ditawarkan Pemprov Kalimantan Selatan untuk menciptakan kota-kota metropolitan di lima kawasan telah dicanangkan Bappenas masuk dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2014.

ADA 10 sebaran wilayah metropolitan sebagai pusat pertumbuhan. Di Sumatera Utara, dikenal dengan Mebidangro (Medan-Binjai-Deli Serdang-Karo) dan Sumatera Selatan, ada konsep Patungrayaahgung (Palembang-Betung-Indralaya-Kayuagung).

Sedangkan, di Pulau Jawa, ada pula Jabodetabekjur (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi-Cianjur), Cekungan Bandung (Kab. Bandung-Kabupaten Bandung Barat-KabupatenSumedang-Cimahi-Bandung).

BACA : Kepala Bappeda Kalsel : Kota Metropolitan Itu Banjarbakula, Bukan Hanya Banjarmasin

Berpusat di Semarang, Jawa Tengah dikenal pula konsep Kedungsepur (Kendal-Denak-Unggaran-Salatiga-Semarang-Purwodadi). Jawa Timur dengan pusatnya Surabaya, masuk program Gerbangkertosusilo (Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan).

Lalu, di Denpasar, Bali, ada Sarbatiga (Denpasar-Badung-Gianyar-Tabanan).  Berikutnya, di Kalimantan Selatan ditawarkan konsep Banjarbakula (Banjarmasin-Banjarbaru-Banjar-Barito Kuala-Tanah Laut). Sedangkan di Sulawesi Selatan dikenal dengan konsep Mamminasata (Makassar-Maros-Sungguminasa- Takalar), dan terakhir Bimindo (Bitung-Minahasa-Manado) di Sulawesi Utara.

BACA JUGA : Banjarmasin Masuk Pengembangan 10 Kota Metropolitan

Pengamat tata kota Nanda Febryan Pratamajaya mengungkap konsep Banjarbakula yang ditawarkan Pemprov Kalsel telah direspon positif pemerintah pusat. Hal ini ditandai dengan pembangunan berbagai fasilitas seperti sistem penyediaan air minum (SPAM) Banjarbakula, TPA regional di Gunung Kupang, Banjarbaru serta penyediaan lima unit bus dari 15 unit BRT Banjarbakula yang mengaspal.

“Sebenarnya, pembangunan Kota Metropolitan Banjarbakula itu sudah terlaksana pada periode pertama Presiden Jokowi. Namun, anggarannya masih minim, berbeda jika nantinya akan dibuatkan peraturan presiden (presiden), ada jaminan dikucurkan dana dari APBN untuk Banjarbakula,” ucap Nanda kepada jejakrekam.com, Minggu (15/9/2019).

Sesuai konsepnya, planolog jebolan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini mengungkapkan penyediaan infrastruktur dengan skema pembiayaan terintegrasi baik perencanaan maupun penganggaran menjadi kunci terlaksana konsep Metropolitan Banjarbakula.

“Inilah mengapa konsep Banjarbakula ini harus melibatkan pemerintah pusat, Pemprov Kalsel dan lima pemerintah kota dan kabupaten yang termasuk dalam lingkup pengembangan kota metropolitan itu,” papar Nanda.

BACA LAGI : Wajar Metropolitan, Kepala Bappeda Banjarmasin : Kota Ini Letaknya Strategis

Ketua DPP Intakindo Kalsel ini mengakui Banjarmasin menjadi episentrum dari konsep Banjarbakula dengan daerah penyangga Banjarbaru, sebagian wilayah Kabupaten Banjar, Barito Kuala dan Tanah Laut.

“Nah, ketika nanti konsep Banjarbakula telah dibuatkan perpres, otomatis pendanaan akan melibatkan pemerintah provinsi dan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Arpawi
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time