ACT

Banjarmasin Masuk Pengembangan 10 Kota Metropolitan

0 494

BADAN Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) tengah merancang pengembangan 10 kota metropolitan di Indonesia, tak hanya fokus memindahkan ibukota negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur.

ADA empat kota di Pulau Jawa yang akan dikembangkan lagi adalah DKI Jakarta, Bandung, Semarang, dan Surabaya. Sedangkan, enam kota lainnya di luar Pulau Jawa adalah Medan, Palembang, Banjarmasin, Denpasar, Manado dan Makassar.

Tujuan dari Bappenas untuk memicu pertumbuhan kota agar kian merata berbarengan dengan pemindahan ibukota negara ke dua wilayah, Kabupaten Penajam Paser Utama dan Kutai Kertanegara di Provinsi Kalimantan Timur. Maklum, saat ini, sekitar 58 persen produk domestik bruto (PBD) Indonesia masih mengandalkan wilayah di Pulau Jawa serta populasi penduduk terpusat di pulau tersebut.

BACA : Uji Coba Lima Bus Biru BRT Banjarbakula Mengaspal di Koridor Satu

Ketimpangan ekonomi dan populasi ini disebar dengan mengembangkan 10 kota metropolitan, karena Bappenas memprediksi pada 2045, total penduduk Indonesia sudah mencapai 318,9 juta jiwa, dan porsi 73 persen akan tinggal di perkotaan. Dari total itu, 90 persen tinggal di Pulau Jawa.

Kebijakan Bappenas lewat proyek Kawasan Strategis Nasional (KSN) perkotaan akan mendukung pertumbuhan wilayah, penediaan infrastruktur lewat skema pembiayaan terintegrasi dengan perencanaan dan penganggaran.  Hingga dilibatkannya, pihak swasta dalam mengembangkan 10 kota metropolitan di Indonesia, terutama pengembangan properti.

Berdasar data Bappenas, Banjarmasin sendiri kini dihuni sedikitnya 700.869 jiwa berdasar hasil sensus 2018 dengan PDRB (2017) mencapai Rp 27,93 triliun, dengan asumsi harga berlaku dan Rp 19,80 triliun atas dasar harga konstan. Potensi Banjarmasin yang menguat adalah perikanan dan pariwisata.

BACA JUGA : Susul Surabaya dan Jakarta, Banjarmasin Raih Adipura Kota Besar

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banjarmasin, Arifin Noor pun menyambut kebijakan Bappenas yang akan menjadikan Banjarmasin menjadi salah satu kota metropolitan.

“Sebenarnya, rencana itu tidak terkait dengan rencana pemindahan ibukota negara ke Provinsi Kaltim, walaupun jarak Kalsel, khususnya Banjarmasin juga berdekatan dengan provinsi tetangga. Namun, pemerintah pusat harusnya memperhatikan kebutuhan daerah,” kata Arifin Noor kepada jejakrekam.com, Senin (2/8/2019).

BACA LAGI : Jangan Hanya Mengejar Adipura, Banjarmasin Harus Mampu Entaskan Kemiskinan

Menurut dia, sudah lama Banjarmasin sebagai ibukota Provinsi Kalsel ini disiapkan menjadi kota metropolitan melalui program Banjarbakula, menggandeng Kota Banjarbaru, Martapura (Kabupaten Banjar), Pelaihari (Tanah Laut) dan Barito Kuala.

“Tentunya, dengan mengembangkan Banjarmasin menjadi kota metropolitan akan memicu pertumbuhan ekonomi karena jelas sejajar dengan kota-kota lain di Indonesia. Atas rencana Bappenas itu, kami akan segera menyiapkan apa saja yang akan dibutuhkan dengan berkoordinasi bersama Pemprov Kalsel,” tutur Arifin Noor.

Ia mengakui gelontoran dana proyek infrastruktur dari pemerintah pusat cukup besar, namun jika sudah masuk KSN, maka angkanya akan meningkat tajam.

“Kami menyambut gembira rencana Bappenas ini demi kemajuan Banjarmasin sebagai salah satu kota besar di Indonesia,” tandasnya.(jejakrekam)

 

 

Penulis Arpawi/Didi GS
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.