Dirgahayu

Tanah Bumbu dan Kotabaru Target KPU Tingkatkan Partisipasi Pemilih di Pilkada

KPU Kalsel melakukan berbagai upaya untuk mendongkrak partisipasi pemilih hingga mencapai lebih dari 77,5 persen dari target nasional di 13 kabupaten dan kota. Ada dua kabupaten yang belum memenuhi target, yakni Tanah Bumbu dan Kotabaru.

BERDASARKAN data, hanya 75 persen kuantitas pengguna hak pilih untuk presiden dan wakil presiden di Tanah Bumbu dan Kotabaru. Untuk DPR, DPD dan DPRD provinsi, Tanah Bumbu tercatat hanya 74 persen dan Kotabaru 75 persen.

Komisioner Divisi Sosialisasi Pendidikan Pemilih, Parmas dan SDM KPU Kalsel Edy Ariansyah menyatakan, telah melakukan pemetaan daerah dengan beberapa indikator.

Diantaranya, dengan meminta data dari Bawaslu mengenai pemetaan wilayah dan analisa daerah, yang meliputi partisipasi rendah, rawan konflik dan bencana alam, termasuk potensi pelanggaran.

BACA : Partisipasi Pemilih Tertinggi Pemilu 2019 di Tapin, Terendah di Kotabaru dan Banjar

Dalam Pilkada nanti, KPU mengantisipasi minimnya pemilih dengan sosialisasi dan pendidikan pemilih di daerah yang memiliki potensi tersebut. “Sehingga potensi atau pelanggaran yang sebelumnya terjadi di tempat tersebut bisa dicegah,” ujarnya kepada jejakrekam.com.

Ada beberapa faktor yang disebutnya membuat terjadinya pelanggaran. Diantaranya, kualitas pemahaman unsur setempat tentang regulasi kepemiluan atau Pilkada yang tidak bertransformasi dengan tepat. “Kemudian, kesadaran demokrasi dan hukum juga belum memadai serta pemahaman kepemiluan belum terinformasikan dengan jelas,” katanya.

Walhasil, cara yang dilakukan KPU Kalsel, yakni dengan melakukan pendidikan pemilih di daerah yang partisipasinya rendah akan disentuh melalui kegiatan sosialisasi. “Makanya, Tanah Bumbu dan Kotabaru akan kita sentuh dengan melakukan pendidikan pemilih kesadaran demokrasi atau pengetahuan yang memadai,” ujarnya.

Dalam melancarkan strateginya untuk meningkatkan partisipasi tinggi di Pilkada, KPU terlebih dahulu membaca minat dari basis pemilih didaerah. Bagi Edy, daya tarik masyarakat menjadi momentum bagi penyelenggara Pemilu untuk memberikan pemahaman kepemiluan dengan mengajak berkumpul. “Ajak dulu mereka berkumpul. Baru diinformasikan. Memang, yang agak sulit mengumpulkan orang,” ujarnya.

BACA JUGA : Mahasiswa Minta Dilibatkan Dalam Pengawasan Pemilu dan Pilkada

Lantas, program apa yang efektif dalam meningkatkan partisipasi pemilih? Edy menjawab, aktifitas antara Tanah Bumbu dan Kotabaru tak terlepas dari aktifitas laut para nelayan. Sehingga bisa disisipi dengan bentuk sosialisasi. “Karena aktifitasnya banyak di laut tentunya melakukan lomba perahu,” katanya.

Edy menilai, Mappanretasi di Tanah Bumbu sangat cocok jika disisipi sosialisasi meningkatkan partisipasi pemilih, misalnya dengan menampilkan ajakan memilih di tiap perahu. “Pesannya tentu tersampaikan dengan aktifitas masyarakat sebagai nelayan,” ujarnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Andi Oktaviani