Dirgahayu

Tunggu Keputusan PBB dan PKS, Gerindra Pastikan Tak Usung Cawabup HST

MUNDURNYA Mahmud dari bursa calon Wakil Bupati Hulu Sungai Tengah (HST), membuat Partai Gerindra menarik diri. Parpol pengusung Bupati HA Chairansyah ini memastikan diri tidak akan mengajukan calon lagi dalam tahap kedua untuk dipilih kepala daerah dan DPRD HST.

SEBELUMNYA Mahmud yang merupakan Sekretaris DPC Partai Gerindra HST memilih mengundurkan diri, ketika dua nama calon hendak diajukan ke DPRD HST. Otomatis, tinggal satu nama tersisa H Faqih Jarjani yang diusung Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Sedangkan, usungan Partai Bulan Bintang (PBB) yakni Sekretaris PWNU Kalsel Berry Nahdian Forqan sempat dicoret Bupati HA Chairansyah sebelum diusulkan untuk dipilih 30 suara di DPRD HST.

Ketua DPC Partai Gerindra HST Rachmadi Jingga memastikan partainya tidak akan mengusulkan nama calon wakil bupati ke Bupati HA Chairansyah, berdasar hasil rapat atau musyawarah di kediamannya Bupati HST di Barabai, Rabu (12/6/2019).

BACA : Sofiani dan Faqih Menguat, Tiga Parpol Sepakat Ajukan Dua Nama

“Memang perwakilan tiga parpol pengusung hadir bermusyawarah dengan Bupati HA Chairansyah. Yang pasti, kami bermusyawarah untuk menetapkan calon wakil bupati yang akan diajukan ke DPRD HST,” ucap Rachmadi Jingga kepada jejakrekam.com, Kamis (13/6/2019).

Ia mengakui dari hasil musyawarah itu, Bupati HA Chairansyah menyerahkan kepada tiga parpol untuk mengajukan dua nama kembali. Hanya saja, Partai Gerindra dipastikan Rachmadi tak akan mengajukan nama, setelah sang kandidat Mahmud mengundurkan diri.

“Kami juga telah menerima pengunduran diri dari pencalonan sebagai calon Wakil Bupati HST oleh saudara Mahmud. Jadi, tinggal menunggu siapa yang akan diusulkan PBB dan PKS saja,” tegas caleg DPRD HST terpilih ini.

BACA JUGA : Nama Berry Dicoret Bupati HST, PBB Usulkan Staf Ahli Gubernur Kalsel

Dia menegaskan sebagai parpol pengusung tentunya menginginkan agar posisi Wakil Bupati HST segera diisi, karena sudah terlalu lama kosong, sehingga saat ini pemerintahan otomatis dikendalikan satu orang, yakni Bupati HA Chairansyah.

“Kami tinggal menunggu siapa yang diusulkan PKS dan PBB. Karena,  kami tak lagi mengajukan calon wakil bupati,” tegas pengusaha ini.

Menariknya, gara-gara adanya dualisme pengusungan calon wakil bupati di tubuh PBB memicu friksi. Apalagi, kabarnya, DPC PBB HST tetap menjagokan Berry Nahdian Forqan yang merupakan Sekretaris PWNU Kalsel.

Sedangkan, Ketua DPW PBB Kalsel Suriansyah menegaskan akan mengusulkan nama baru yakni Staf Ahli Gubernur Kalsel Achmad Sofiani yang merupakan pilihan kedua, usai nama Berry dicoret Bupati HA Chairansyah. Sementara, DPD PKS HST tetap mengusulkan kader senior yang juga mantan Wakil Bupati Faqih Jarjani sebagai kandidat untuk dipilih dewan.

Gerakan penggalangan dukungan bagi Berry Nahdian Forqan pun mulai menggema di Barabai. Tak hanya disuarakan para aktivis lingkungan, juga sejumlah pegiat LSM se-Kalsel yang kabarnya membentuk posko darurat politik terkait pemilihan wakil bupati yang makin rumit itu.

BACA LAGI : PKPI Pertanyakan Alasan Bupati HST HA Chairansyah Coret Nama Berry

Terpisah, salah satu bakal calon wakil bupati, Akhmad Rozanie Himawan Nugraha berharap agar masalah pemilihan Wakil Bupati HST ini segera dituntaskan, sehingga tidak menggantung.

“Kami mendukung siapa pun akan terpilih sebagai calon Wakil Bupati HST. Dengan begitu, roda pemerintahan dan pembangunan di Pemkab HST bisa berlangsung seimbang, karena posisi lowongnya wakil bupati bisa segera diisi,” kata Sekretaris DPW Partai Nasdem Kalsel.

Menurut Rozanie, siapa pun yang akan dipilih parpol pengusung dan Bupati HST HA Chairansyah, berikutnya nanti diajukan ke DPRD HST dan dipilih 30 anggota dewan harus dihormati sebagai sebuah keputusan politik terbaik.

“Sebenarnya, semakin cepat pemilihan Wakil Bupati HST ini jauh lebih baik. Karena, masyarakat HST tentu menginginkan hal itu dengan adanya wakil bupati tentu bisa membantu Bupati HA Chairansyah dalam memimpin daerah,” tandasnya.(jejakrekam)

 

 

Penulis Syahminan
Editor Didi GS