ACT

Sahbirin Berduet dengan Muhidin? Samahuddin : Banyak Variabel Menentukannya

1.083

JIKA tak aral melintang, tahapan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 akan dimulai pada Maret tahun depan. Saat ini, sudah mulai bermunculan figur calon Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel, meski nama Sahbirin Noor alias Paman Birin disebut-sebut sebagai kandidat terkuat di Pilkada 2020 nanti.

MANTAN Ketua KPU Provinsi Kalimantan Selatan Samahuddin Muharram mengakui sesuai skedul, jika pilkada serentak digelar pada September 2020, berarti tahapannya akan dimulai pada Maret tahun depan.

“Usai tahapan Pilpres 2019, tentu KPU akan disibukkan dengan menyiapkan tahapan Pilkada 2020 yang serentak digelar secara nasional. Berdasar hasil Pemilu 2019, tentu akan tergambar peta koalisi parpol pengusung dalam pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur Kalsel pada 2020 mendatang,” ucap Samahuddin Muharram kepada jejakrekam.com di Banjarmasin, belum lama tadi.

BACA : PKS Tetap Usung Ibnu Sina, Bursa Calon Walikota Mulai Mengemuka

Ia menyebut saat ini, Partai Golkar sebagai pemenang Pemilu 2019 dengan 12 kursi, tentu memenuhi ambang batas parpol pengusung kandidat yang hanya mensyaratkan 20 persen dari raihan kursi di parlemen.

“Golkar sendiri dari 55 kursi yang ada di DPRD Kalsel, tentu bisa melebihi batas 20 persen atau persisnya 21 persen sebagai syarat parpol pengusung. Namun, Golkar tentu tak akan sendiri mengusung figur calonnya,” tutur Koordinator Presidium Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel ini.

Staf khusus Gubernur Kalsel bidang politik ini tak memungkiri nama Paman Birin sangat menguat sebagai kandidat gubernur usungan Golkar pada Pilkada 2020 mendatang. Saat ini, menurut Samahuddin, yang mencuat ke permukaan adalah figur pendamping Paman Birin sebagai calon Wakil Gubernur Kalsel yang akan menggantikan Rudy Resnawan.

“Ketika nama H Muhidin (mantan Walikota Banjarmasin) yang juga Ketua DPW PAN Kalsel mengemuka, itu sebuah pilihan politik yang wajar. Prediksi yang akan menyandingkan Paman Birin dengan H Muhidin memang masih cair, tidak bisa dikatakan solid hingga sekarang,” tutur akademisi FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini.

BACA JUGA : Massa Golkar Digoyang Dewi Perssik, Paman Birin Ajak Coblos Jokowi

Doktor politik jebolan Universitas Padjajaran Bandung ini mengatakan banyak variabel yang harus mengukur ketika Sahbirin Noor berpasangan dengan H Muhidin dalam Pilgub Kalsel 2020 mendatang. “Apalagi, pasca Pilpres 2019, yang pasti parpol pengusung atau koalisi parpol akan lebih cair lagi. Jadi, bisa saja nanti berubah tergantung situasi dan kondisi yang terjadi dalam dinamika politik Banua,” tutur Samahuddin.

Ia tak memungkiri kans Paman Birin diduetkan dengan Muhidin sangat terbuka. Apalagi, diakui Samahuddin, kedua figur ini sama-sama kuat dalam kancah politik Kalsel meski dalam Pilkada 2015 lalu sempat menjadi seteru politik.

“Jika mengacu ke hasil Pilkada 2015, jika Paman Birin dan Muhidin bergabung, tentu akan menjadi kekuatan politik yang luar biasa. Namun, sekali lagi, banyak variabel dalam mengukur keduanya bisa disandingkan, tak bisa hanya diukur dari satu variabel atau kompensasi politik seperti yang beredar di tengah publik,” tutur Samahuddin.

BACA LAGI : Tak Ingin Bermusuhan dengan Paman Birin, Alasan Muhidin Gabung Kubu Jokowi

Sementara itu, adanya isu yang menyebut dirinya akan bermitra dengan Sahbirin Noor juga diakui H Muhidin. Ketua DPW PAN Kalsel ini mengaku mendapat tawaran akan berduet sebagai pasangan cagub-cawagub di Pilgub Kalsel 2020 nanti.

“Untuk saat ini, saya belum bisa menjawab tawaran itu. Nanti pada akhir 2019, saya akan putuskan,” ucap Muhidin kepada jejakrekam.com di sela acara open house di kediamannya di Banjarmasin, Kamis (6/6/2019).

Mantan Walikota Banjarmasin ini menegaskan pada akhir tahun 2019, akan terlihat jelas sikap politik yang diambilnya, apakah akan menerima tawaran sebagai calon Wakil Gubernur Kalsel pendamping calon petahana, Sahbirin Noor atau tidak.

“Akhir tahun yang akan menentukan jadi atau tidaknya, saya menjadi calon Wakil Gubernur Kalsel,” tandasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi/Didi GS
Editor Didi G Sanusi

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.