Dirgahayu

Berry atau Faqih, Penentuan Wabup HST Dikaitkan Kuatnya Pengaruh Latif

PENGARUH mantan Bupati Hulu Sungai Tengah (HST) Abdul Latif yang kini menjalani masa hukuman terjerat kasus korupsi fee proyek RSUD Damanhuri Barabai, dikabarkan masih menguat dalam menentukan siapa pendamping Bupati HA Chairansyah.

INI setelah munculnya tiga nama yang masing-masing diusung tiga parpol pengusung Abdul Latif-HA Chairansyah dalam Pilkada HST 2015 lalu. Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mendorong kader seniornya yang mantan Wakil Bupati HST Faqih Jarjani.

Sedangkan, Partai Gerindra juga mengusung kader sendiri yang merupakan Sekretaris DPD Gerindra HST Mahmud. Sementara, Partai Bulan Bintang (PBB) menjagokan Berry Nahdian Forqan, politisi PDI Perjuangan yang juga Sekretaris PWNU Kalsel tersebut.

Ternyata, usai tiga nama ini diusulkan ke Bupati HST HA Chairansyah, justru nama Berry Nahdian Forqan dicoret tak dimasukkan ke usulan parpol pengusung untuk dibawa ke DPRD HST. Dua nama yang tersisa adalah Faqih Jarjani dan Mahmud.

BACA : KPK Kembali Sita Mobil Bantuan bagi Ormas dari Eks Bupati HST

Namun, Mahmud ternyata mengundurkan diri, hingga nama Berry Nahdian Forqan muncul lagi sebagai kandidat untuk dipilih 30 anggota DPRD HST sebagai calon wakil bupati sisa masa periode 2016-2021.

Ketua DPD Partai Gerindra HST H Rachmadi Jingga pun mengaku kaget atas pengunduran diri Mahmud dalam bursa calon Wakil Bupati HST, hingga muncul nama Berry Nahdian Furqan..

“Mahmud mundur tanpa sepengetahuanku, aku sedang di Banjarmasin. Kami akan koordinasi dengan parpol pengusung lainnya dan juga DPRD HST untuk membicarakan masalah ini,” ucap H Rachmadi Jingga saat dikontak jejakrekam.com, Selasa (28/5/2019).

Terpisah, Ketua Dewan Syariah PKS HST Faqih Jarjani mengatakan ada hal yang aneh. Sebab, Bupati HST HA Chairansyah sudah mencoret nama Berry Nahdian Forqan, namun namanya muncul lagi pasca mundurnya Mahmud.

BACA JUGA : Gerindra Usung Mahmud Cawabup HST, Rachmadi : Terserah Bupati Mencoret Satu Nama

Menurut Faqih, partai pengusung telah menyerahkan tiga nama ke Bupati HST, dan dipilihlah nama dirinya dan Mahmud. “Jadi Bupati HST telah mencoret nama Berry dan tertinggal nama kami berdua, tetapi setelah itu Mahmud mundur,” ucapya.

“Mahmud mundur setelah nama Berry dicoret Bupati HST. Hal ini membuat  pemilihan Wakil Bupati HST menjadi lebih rumit di DPRD HST,” tutur mantan Ketua DPRD HST.

Seperti diketahui, Bupati HA Chairansyah menyurati tiga parpol pengusung pada Jumat (25/5/2019), meminta agar segera diserahkan dua nama. Hingga mencuat nama Mahmud dan Faqih Jarjani. Keduanya diminta melengkapi berkas pencalonannya. Alih-alih hendak dipilih, justru Mahmud memilih mengundurkan diri sebagai calon Wakil Bupati HST.

BACA LAGI : Tiga Parpol Pengusung Belum Sepakat, Tiga Nama Menguat di Bursa Cawabup HST

Nama Berry pun dicuatkan lagi, usai kabarnya mendapat restu dari Ketua DPD Partai Gerindra Kalsel H Abidin terhitung pada Senin (27/5/2019). Gonjang-ganjing politik ini pun memicu anggota DPRD HST turut angkat bicara,  bahkan sejumlah ormas kepemudaan pun turun tangan.

Mereka mendatangi gedung DPRD HST untuk mempertanyakan proses pemilihan wakil bupati yang sudah lama lowong, pasca dilantiknya HA Chairansyah sebagai Bupati  HST menggantikan Abdul Latif yang resmi dipecat Mendagri Tjahjo Kumolo. Sengkarut ini dihubungkan beberapa pihak karena masih kuatnya pengaruh Abdul Latif di peta politik HST.(jejakrekam)

 

Penulis Syahminan
Editor Didi GS