LK3 Rintis Program Penguatan Masyarakat Bantaran Sungai di Muara Bangkal

MASYARAKAT yang menghuni bantaran sungai di Banjarmasin terus diberdayakan. Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan (LK3) Banjarmasin meluncurkan program penguatan masyarakat bantaran sungai, karena beban sungai cukup berat dengan tingkat pencemaran tinggi di ibukota Provinsi Kalimantan Selatan.

DIREKTUR LK3 Banjarmasin Rafiqah mengungkapkan sejak 1994, sejak lembaga ini berdiri sudah melakukan program penguatan masyarakat. Sedangan untuk masyarakat bantaran sungai telah diluncurkan sejak 2019 hingga berakhir pada 2021.

“Kami berharap masyarakat yang bermukim di bantaran sungai bisa hidup sehat, karena lingkungan hidupnya tidak sehat, kumuh dan tercemar. Jadi sangat rentan dan berisiko terhadap kesehatannya,” ucap Rafiqah, saat sosialisasi program penguatan masyarakat bantaran sungai di kawasan sungai Muara Bangkal, Kelurahan Tanjung Pagar, Banjarmasin Selatan, Minggu (14/4/2019).

BACA : Bergaya Masjid Nabawi, Masjid Terapung Bani Arsyadi Didirikan di Sungai Jingah

Dengan penguatan masyarakat, Rafiqah berharap ada partisipasi aktif dan menjadi penggerak perubahan di lingkungannya. Ia menyebut saat ini masyarakat bantaran sungai merupakan komunitas masyarakat marjinal, jika tak saling memberdayakan akan digilas pasar, pemodal besar, aktor negara yang tidak peduli masyarakat, dan kelompok lainnya yang hanya menempatkan masyarakat sebagai obyek.

Karena itu, menurut Rafiqah, LK3 berkepentingan memberdayakan masyarakat, agar terbangun kelompok masyarakat sipil yang  berdaya, yang dapat mendinamisasi kehidupan demokrasi. “Kami ingin kelompok masyarakat sipil lebih berdaya dan dapat mendinamisasi kehidupan demokrasi,” ucapnya.

BACA JUGA : Terpaksa Mandi di Sungai, Padahal Sudah 10 Tahun Dimanja Air Leding

Koordinator Program Penguatan Ekonomi Masyarakat LK3, Rakhmalina Bakhriati mengungkapkan selama tiga tahun, masyarakat bantaran sungai dipilih untuk diperkuat, karena tingkat penghasilan rendah serta risiko kesehatannya.

“Jadi, mereka harus dibangun kesadarannya, tak harus pindah dari lokasi bantaran sungai. Terpenting adalah tidak mengotori sungai dengan tidak membuang sampah ke sungai. Mereka juga bisa menjadi pelopor penyelamatan sungai,” tutur Rakhmalina.

Staf Senior LK3 Noorhalis Majid pun memastikan LK3 datang bukan membagi-bagikan uang atau hadiah, namun bekerjasama dan saling menguatkan.  “Penting sekali adalah membangun masyarakat bantaran sungai itu mandiri.  Apalagi, dalam program ini, LK3 juga bekerjasama dengan Mission 21, The Asia Foundation, dan beberapa mitra lokal,” ucapnya.

BACA LAGI : Terparah Banjarmasin Selatan, Tersisa 150 Ribu Hektare Area Kumuh Perlu Dituntaskan

Dia berharap dengan agenda dan rencana yang telah disusun, kawasan Muara Bangkal yang potensial bisa terangkat, apalagi kawasan bantaran sungai ini banyak terdapat eceng gondok dan berbagai tumbuhan air yang bisa dimanfaatkan jadi produk bernilai ekonomis.

“Ini ditambah lagi, usia masyarakat di kawasan itu tergolong produktif. Jadi, modal utama adalah keterbukaan, kemauan dan kerja keras. Dengan itu, maka kita bangun kolaborasi dengan seluruh potensi di masyarakat,” paparnya.

Salah satu program LK3 lainnya adalah jelang Ramadhan ini, para ibu dan remaja putri akan dilatih untuk membuat kue serta usaha bidang kuliner lainnya. Sedangkan, untuk para pemuda dan para bapak disepakati membangun kawasan Muara Bangkal.(jejakrekam)

Penulis Siti Nurdianti
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s