Banjir Meluas di Barito Utara, Bupati Nadalsyah Belum Tetapkan Siaga Bencana

BANJIR mengepung sejumlah wilayah di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah. Tak hanya menyebabkan kerugian ekonomi, namun juga merusak infrastruktur seperti jalan. Tingginya debit air Sungai Barito dan anak sungainya, menyerbu pemukiman penduduk di terutama di bantaran sungai seperti di Kota Muara Teweh dan sekitarnya.

BUPATI Barito Utara H Nadalsyah pun mengatakan saat ini tengah dikaji untuk pembuatan bendungan sungai, guna mengantisipasi banjir agar tak meluas serta menjadi bencana tahunan.

Terkendala keterbatasan anggaran daerah, Bupati Nadalsyah mengaku meminta bantuan pemerintah pusat untuk turut membangun sejumlah fasilitas infrastruktur pasca banjir.

“Ada tiga anak Sungai Barito di Barito Utara yang setiap tahun meluap dan mengakibatkan banjir. Banjir ini turun temurun, kami sudah melakukan penelitian dan pengkajian, insya Allah tahun 2019 ini selesai,” kata Koyem, sapaan akrab Nadalsyah kepada wartawan di Muara Teweh, Kamis (14/2/2019).

BACA :  Akibat Banjir, Ratusan Hektare Sawah di Barito Utara Terancam Gagal Panen  

Menurutnya,  penelitian itu merencanakan bendungan tiga sungai yang mengalir ke Sungai Barito, supaya ke depan masyarakat tidak terdampak banjir tahunan. “Alur tiga anak Sungai Barito ini justru berada di beberapa desa yang padat penduduk. Tiap tahun, mereka yang terimbas banjir, ketika air sungai meluap dengan curah hujan yang tinggi,” tutur Koyem.

Ia menjelaskan letak Kabupaten Barito Utara di Daerah Aliran Sungai (DAS) Barito, juga terkoneksi dengan wilayah lainnya seperti Kabupaten Barito Selatan, Murung Raya dan Barito Timur. Sedangkan, beber dia, posisi wilayah Kabupaten Barito Utara hampir terletak di tengah-tengah yang setiap tahun dapat banjir kiriman, terutama dari daerah hulu, Murung Raya.

“Pada 11 Februari 2019, kami mendapat laporan dari masyarakat. Esok harinya langsung meninjau lokasi. Dibandingkan Pulau Jawa, tentu banjir yang terjadi di Barito Utara ini sangat dinamis. Artinya, hari ini banjir, besok sudah surut,” ungkapnya.

BACA JUGA :  Curah Hujan Tinggi, Air Sungai Barito Meluap, Montallat Langganan Banjir

Awalnya, diakui Nadalsyah, Pemkab Barito Utara ingin menetapkan status siaga bencana, namun berdasar ketentuan banjir yang melanda belum mencapai 50 persen wilayah. Terutama, desa-desa yang terendam banjir belum mencapai separuh dari wilayah.

“Yang pasti, Pemkab Barito Utara tetap siaga 1×24 jam untuk menangani masalah banjir. Terutama, saat hujan lebat terjadi, karena air pasti akan meluap. Saat ini, sudah dibuka dapur untuk untuk membantu warga korban banjir dan evakuasi,” ucapnya.

Nadalsyah menyebut dapur umum ini disebar di banyak tempat, terutama wilayah terdampak banjir.  “Saya mengimbau agar warga dalam menyikapi banjir tetap waspada. Kita tentu tak ingin ada sesuatu yang tak diinginkan terjadi,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Syarbani
Editor Fahriza