PDIP Kuasai Tala dan Tanbu, NasDem di Kotabaru

Oleh: Khairiadi Asa

JIKA di kawasan hulu sungai Golkar yang sangat dominan menguasai perolehan kursi di lembaga perwakilan rakyatnya, maka di kawasan Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu), dan Kotabaru, PDI P dan NasDem sebagai pemuncaknya di Pemilu 2014 lalu.

DI TANBU, PDIP berhasil mengoleksi 10 kursi, di Tala 8 kursi, dan di Kotabaru dengan 4 kursi. Kotabaru menjadi satu-satunya wilayah yang menjadi lumbung perolehan kursi bagi NasDem karena berhasil memuncaki perolehan kursi Pemilu 2014 dengan 6 kursi, dan berhak atas kursi Ketua DPRD-nya.

Khusus di Tala dan Tanbu, pesaing terdekat PDIP adalah Gerindra. Di dua kabupaten ini Gerindra mampu membuntuti PDIP masing-masing meraih 5 kursi di posisi kedua.

Meskipun PDIP di Tala cukup jauh jarak perolehan kursinya dengan kontestan Pemilu 2014 lainnya, tingkat kompetisi di bumi “Tuntung Pandang” ini relatif cukup tinggi. Itu terlihat dari distribusi kursi yang hampir merata ke semua partai peserta pemilu. Hanya ada satu partai yang tidak mendapatkan kursi, yakni PBB.

BACA : Golkar Terlalu Kuat di Hulu Sungai

Di kabupaten yang terkenal dengan banyaknya objek wisata pantainya ini, Golkar dan NasDem masing-masing meraih 4 kursi. PAN, PKB, PKS, Demokrat, dan Hanura masing-masing kebagian 2 kursi. Sedangkan PKPI dengan 1 kursi.

Di Tanbu selain Gerindra yang mampu membuntuti PDIP, juga ada PKB yang berhasil menggaet 5 kursi. Di bumi “Bersujud” ini PBB dan PKPI tidak kebagian kursi.

Tingkat kompetisi sangat tinggi dalam perebutan kursi justru terjadi di Kotabaru. Ada 11 partai yang mampu meraih kursi dengan selisih jumlah yang cukup tipis.

Di wilayah “Gunung Bamega” ini NasDem meraih 6 kursi, diikuti Golkar, PPP, PDIP, dan PKS masing-masing meraih 4 kursi. Disusul PKB dan Demokrat masing-masing dengan 3 kursi. Kemudian Gerindra, PAN, dan Hanura masing-masing 2 kursi. Sisanya PBB dengan 1 kursi.

Jumlah kursi di Tala, Tanbu dan Kotabaru hingga saat ini masing-masing mencapai 35 kursi. Tanbu sebagai kabupaten yang relatif muda (secara administratif) dan Tala pertumbuhan penduduknya cukup pesat jika dibanding kabupaten lainnya di Kalsel.

Disamping keduanya dikenal sebagai wilayah pertambangan dan industri, juga banyak objek-objek wisata alam unggulan bagi urang Banua.

BACA JUGA : Perang Bendera Parpol Bukan Cerminan Pilihan Rakyat di Pemilu 2019

Berbanding lurus dengan hasil perolehan kursi PDIP yang ada di Tanbu dan Kotabaru (total 14 kursi), maka di dapil ini (Dapil Kalsel 7) juga mampu mengantarkan wakil PDIP sebanyak 2 orang di DPRD Provinsi Kalsel.

Begitu juga raihan 1 kursi PDIP di DPR RI (Kalsel 2), juga tak lepas dari sumbangan perolehan suara dari tiga kabupaten di atas (Tala, Tanbu, Kotabaru).

Kehadiran NasDem sebagai partai pendatang baru di Pemilu 2014 juga tidak bisa dipandang sebelah mata oleh partai lainnya menjelang Pemilu 2019 ini. Dari tiga kabupaten di atas NasDem mampu mengoleksi sebanyak 13 kursi.

Berbanding lurus dengan cukup banyaknya NasDem meraih kursi di beberapa dapil di level kabupaten, maka di DPRD Provinsi Kalsel pun mereka mampu menempatkan wakilnya sebanyak 3 orang. Melalui Dapil Kalsel 7, Kalsel 6, dan Kalsel 4.

Dengan bertambahnya peserta dalam pemilu tahun ini, dari 12 partai menjadi 16 partai, tentu akan menambah tingkat persaingan dan dinamika politik menjadi lebih tinggi. Begitu juga persaingan di beberapa dapil yang ada di Banua.

Apakah Pemilu serentak (Pileg dan Pilpres) serta penerapan metode konversi suara “sainte lague” ini mampu menyederhanakan jumlah partai dan sistem kepartaian yang ada? Kita tunggu saja.(jejakrekam)


Penulis adalah Aktivis Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel

Mantan Komisioner KPU Batola

Anda mungkin juga berminat
Loading...
Kata mereka tentang jejakrekam.comhttps://www.youtube.com/watch?v=JMpxvqUGSc4&t=28s