GAPKI : Kontestan Politik Harus Perjuangkan Kelapa Sawit

PEMILU 2019 menjadi ajang saling dukung organisasi dan kelompok tertentu kepada salah satu parpol atau calon presiden.

NAMUN, pengecualian bagi Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (Gapki) yang tetap konsisten tidak ingin terjun ke politik praktis. Hal ini ditegaskan Sekretaris Gapki Kalsel Hero Setiawan kepada jejakrekam.com, Selasa (22/1/2019)

Hero mengatakan, secara kelembagaan Gapki bersikap netral, tapi membebaskan pilihan politik bagi anggota dan pengurus Gapki.

“Yang terpenting, siapa pun yang terpilih baik presiden maupun anggota legislatif, harus melawan kampanye hitam atas industri sawit,” ungkap Hero.

BACA : Disuguhkan Film Dampak Negatif Sawit, Gapki Kalsel : Kami Sudah Biasa Diserang

Bukan tanpa alasan, Hero menganggap belakangan waktu industri sawit menjadi sasaran empuk serangan kampanye hitam kompetitor industri sawit di sektor bisnis minyak nabati.

“Padahal kita tahu semua sawit menjadi salah satu penyumbang devisa, dari ekspor sawit dan produk turunannya. Sudah seyogyanya kita bergandengan tangan bersama untuk menangkal kampanye hitam itu,” kata dia.

Ia berharap isu industri sawit menjadi perhatian utama para kontestan politik agar industri sawit bisa berjalan dengan sehat.

Hero menyebut pentingnya kontestan Pemilu untuk memacu program hilirisasi di sektor industri minyak kelapa sawit guna mendorong akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional.

Ia mencontohkan perluasan hilirisasi industri kelapa sawit, yaitu CPO dikembangankan menjadi bioenergi yang lebih ramah lingkungan, terbarukan, dan penghematan devisa.

“Dengan hilirisasi industri sawit, kita tidak hanya mengekpsor CPO namun juga produk turunan sawit tentu ini akan berkontribusi besar terhadap devisa negara dan berperan penting dalam menjaga penguatan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing,” pungkas Hero.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Andi Oktaviani