Tak Lagi Tidur Beralas Tikar, Pembangunan Family Shelter Dimulai

BERBAGAI upaya dilakukan  Aksi Cepat Tanggap (ACT) dalam mempercepat pemulihan korban gempa Lombok. Salah satu upaya maksimal adalah membangun kembali hunian yang layak.

SELAIN berupa Integrated Community Shelter (ICS), ACT juga membangun program Family Shelter yaitu rumah hunian semi permanen yang dibangun di atas rumah milik warga terdampak korban gempa Lombok. Kamis (13/9), secara resmi sejumlah 50 unit Family Shelter dibangun di Dusun Sambik Jengkel Barat, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara.

“Hari ini kita sudah mulai melakukan pembangunan Family Shelter di dekat rumah korban gempa. Ini sebagai upaya untuk memulihkan kembali kehidupan masyarakat di sini sehingga mempercepat pemulihan trauma pascagempa,” ujar Dede Abdul Rohman selaku penanggungjawab pembangunan Family Shelter.

Dede menjelaskan, pengerjaan ini akan dipercepat dengan tetap memperhatikan kualitas shelter tersebut. Hal ini dilakukan sebagai ikhtiar agar masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, tak lagi di tenda beratapkan terpal dan beralas tikar tipis.

Pembangunan shelter pun melibatkan masyarakat dan relawan yang sudah berpengalaman dalam pebangunan shelter. “Insya Allah dalam beberapa hari ke depan, diharapkan Family Shelter ini sudah dapat ditempati oleh masyarakat korban gempa. Kita tidak ingin masyarakat terlalu lama berada di dalam tenda karena dapat memperlambat pemulihan pascabencana,” lanjutnya.

PPMI2

Family Shelter ini merupakan salah satu bentuk keseriusan ACT dalam merespon kebutuhan korban gempa Lombok. Dengan semangat tagar #IndonesiaBersamaLombok, ACT bertekad untuk terus membantu korban gempa yang masih membutuhkan bantuan, bahkan mancapai daerah-daerah pelosok yang belum terjamah bantuan.

Sebelumnya, keseriusan ini sudah terlihat dari banyaknya program ACT yang sudah diluncurkan untuk membantu dan memulihkan kondisi ekonomi dan psikologis korban gempa Lombok. Ribuan logistik dan kebutuhan pokok sumbangan dari para donatur sudah dan sedang disalurkan oleh ACT. Tim medis dan Dukungan Psikososial (trauma healing) juga sudah diturunkan untuk mengoptimalkan bantuan. Tidak sampai disana, ACT juga membangun Integrated Community Shelter (ICS) di Lapangan Gondang, Kec. Gangga, Kab Lombok Utara. Sejumlah shelter sudah mulai ditempati oleh masyarakat korban gempa.

“Sebelumnya kita sudah bangun ICS di Lapangan Gangga. ICS ini berbeda dengan Family Shelter yang sedang dibangun di di Dusun Sambik Jengkel Barat. Kalau ICS berupa hunian terpadu yang terpusat di lapangan besar, kalau Family Shelter itu kita bangun di atas puing-puing rumah warga yang sudah dibersihkan,” ungkap Dede.

Pembangunan Family Shelter diharapkan mampu mengembalikan semangat hidup korban gempa, mengembalikan kehidupan mereka seperti sediakala, tanpa harus kembali ke tenda-tenda pengungsian. Dengan semangat tagar #IndonesiaBersamaLombok kita bantu korban gempa Lombok kembali hidup normal.(jejakrekam)

Penulis Rilis
Editor Fahriza
Anda mungkin juga berminat
Loading...