Memasuki Tahun Politik, AJI Imbau Jurnalis Jaga Independensi dan Profesionalisme

EUFORIA tahun politik sudah kental terasa. Terlebih lagi, kini dukungan publik terbelah menjadi dua.  Ada yang pro petahana, Presiden Joko Widodo menggandeng Ketua Umum MUI KH Ma’ruf Amin versus penantangnya, Prabowo Subianto berpartner dengan Sandiaga Salahuddin Uno yang segera mengundurkan diri sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta.

TAK hanya figur calon pemimpin nasional, persaingan memperebutkan kursi parlemen dari DPRD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten dan kota akan tersaji, termasuk calon senator DPD RI di Pemilu 2019. Bagaimana media menyikapinya, khususnya kalangan jurnalis? Keterlibatan para awak media, jurnalis atau wartawan sangat rentan, bahkan bisa menjadi motor penggerak kemenangan salah satu kandidat atau kelompok parpol tertentu.

Menyikapi hal itu, Anggota Majelis Pertimbangan Organisasi (MPO) Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Balikpapan, Novi Abdi pun mengajak agar para jurnalis tetap menjagai integritas dan profesionalisme, dengan mengesampingkan terjun langsung ke dunia politik.

“Independensi menjadi sebuah keharusan bagi jurnalis, mau di tahun politik maupun tidak. Apalagi, di era sekarang jelang Pemilu 2019, independensi jurnalis semakin dituntut,” ucap Novi Abdi kepada jejakrekam.com, Minggu (12/8/2018).

Ahli pers Dewan Pers dari AJI ini mengingatkan independensi semakin dibutuhkan oleh para jurnalis dan jurnalisme. Sebab, menurut Novi, dengan jurnalis yang independen dan jurnalisme yang independen akan memberikan masyarakat informasi yang benar.

Wartawan The Jakarta Post dan Antara ini menuturkan informasi yang disampaikan jurnalis yang benar akan membantu membuat keputusan atau pilihan yang juga benar. “Independensi juga ciri profesionalisme profesi, jurnalis yang baik adalah jurnalis yang profesional dan profesionalisme menjunjung tinggi independensi,” ucap mantan wartawan Radar Banjarmasin ini.

Novi Abdi berkeyakinan jika semakin banyak jurnalis independen dan profesional, akan semakin bagus mutu jurnalisme dan semakin sehat masyarakatnya dalam berdinamika. “Kalau masyarakat sehat kan insya allah jadi sejahtera secara bermartabat saya menganalogikan jurnalis itu seperti Nabi,” kata Novi Abdi.

Jurnalis yang baik lanjut, beber Novi, mengusahakan sifat-sifat Nabi ada padanya yaitu shidiq, amanah, fathanah sebelum akhirnya tablig.  Menurut dia, sifat shidiq dan amanah itulah independensi, fathanah itu cerdas, konfirmasi atau tabayyun, atau profesional dan menghasilkan berita atau tabligh yang menuju kepada kebaikan.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS