Disuntik Dana Rp 34,5 Miliar, Banjarmasin Target Kawasan Kumuh Tersisa 180 Ha

WALIKOTA Banjarmasin Ibnu Sina mengaku bersyukur saat menerima kunjungan tim dari Direktorat Jenderal Cipta Karya, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) dalam program Neighborhood Upgrading and Shelter Project (NUSP) dengan dana pinjaman dari Asian Development Bank (ADB) untuk suksesnya program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku).

JIKA sebelumnya pada 2017, disodorkan dana program pengentasan kawasan kumuh di Banjarmasin disetujui sebesar Rp 6,5 miliar. Kini, tahun 2018, Pemkot Banjarmasin akan mendapat suntikan dana cukup signifikan mencapai Rp 34,5 miliar.

“Ini sungguh luar biasa peningkatan dana yang digelontorkan pemerintah pusat untuk membantu Pemkot Banjarmasin dalam mengentaskan kekumuhan kota,” kata Walikota Ibnu Sina kepada wartawan di Balai Kota, Rabu (8/8/2018).

Mantan anggota DPRD Kalsel ini menguraikan Banjarmasin di tahun 2016 memiliki lebih dari 500 hektare (ha) kawasan kumuh, hingga pada 2017 berhasil dituntaskan sekitar 170 hektare. Kemudian pada 2018, terjadi penurunan hingga menyisakan sekitar 300 hektare.”Tahun ini, kami targetkan pengurangan hingga 180 hektare,” katanya.

Mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini mengaku optimistis penuntasan kawasan kumuh bisa tertangani sepenuhnya. Meski diakui Ibnu Sina, tingkat kesulitan dalam penanganan 2018 dan 2019 cukup tinggi. Pasalnya, sisa kawasan kumuh ini sebagian besar berada di bantaran sungai.

“Di tahun 2017, ada 26 kelurahan yang mendapatkan bantuan untuk mengentaskan kekumuhan, kemudian di 2018 ini mengalami kenaikan sebanyak 36 kelurahan yang terbantu. Saya yakin bisa teratasi dengan target 0 persen kumuh,” ucap Ibnu Sina.

Dijelaskannya, hampir 75 persen kelurahan yang ada kawasan kumuhnya ini bisa tertangani dengan baik. Apalagi dengan diberikannya dana insentif kepada Badan Keswadayaan Masyarakat (BKM) dalam pembangunan masing-masing daerah delienasi kawasan kumuh.

“Nah, ini memudahkan dalam penanganan ketika digelontorkan Bantuan Dana Investasi (BDI), maka kawasan kumuh ini akan dibenahi. Tetapi saya berharap ada bantuan dari Pemprov Kalsel,” ujarnya.

Ibnu Sina bersyukur pada tahun ini Pemkot Banjarmasin mendapat bantuan dari Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR untuk perencanaan penataan kawasan Basirih. “Kami berharap bisa dibantu kembali untuk segi pendanaan di tahun depan. Sedangkan, untuk tahun ini, kawasan sungai yang akan dientaskan kekumuhannya berada di Sungai Jeruju, Kelurahan Alalak Selatan,” imbuhnya.

Diakui Ibnu Sina, kawasan Sungai Jeruju Alalak Selatan ini, rumah warga akan didesain menghadap ke sungai seperti kawasan Kampung Hijau Sungai Bilu.

“Rumahnya dibenahi, kemudian sarana transportasi sungainya akan dihidupkan kembali. Sehingga betul-betul,  kita akan menghadirkan destinasi baru untuk susur sungai yang lebih alami. Hal itu juga menunjukkan suasana budaya Banjar dengan penataan rumah-rumah bantaran sungai dibuat semirip mungkin dengan kondisi Banjarmasin tempo dulu,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...
Klik lonceng merah di samping kanan layar untuk mendapatkan notifikasi berita terbaru pada gawai anda.