Mengenang Sifat-Sifat Mulia Datu Amin di Banua Anyar, Sang Mufti Kesultanan Banjar

RIBUAN jamaah memutih di Kubah Datu Amin di Banua Anyar, Kecamatan Banjarmasin Timur, Sabtu (7/7/2018). Mereka larut dalam suasana yang penuh khidmat untuk mengenang haul akbar ke-125 sang Mufti Banjarmasin Syekh Muhammad Amin bin Yaqub di era Sultan Adam Al-Wastiq Billah bin Sultan Sulaiman Al-Mutamidullah, raja ke-18 Kesultanan Banjar.

SEBELUM menetap di Banua Anyar, Datu Amin sempat tinggal di Sungai Parit, kawasan Pasar Lama Banjarmasin. Namun, karena penentangan ulama yang berpengaruh di masyarakat Banjar, membuat pemerintah kolonial Belanda mengejarnya. Hingga akhirnya, Datu Amin bersama pengikutnya menelusuri Sungai Martapura dengan sampan ke pedalaman dan menemukan tanah berbau harum yang kemudian dikenal dengan Banua Anyar.

Dalam manaqib Al-Alimul Allamah Mufti Muhammad Amin bin H Yaqub dibacakan Guru Sirajul Munir bin Tarmiji Abbas, imam besar Masjid Sabilal Muhtadin Banjarmasin menceritakan perjalanan hidup sang mufti tersebut. Disebutkan Sirajul Munir, Datu Amin merupakan putra pasangan H Yaqub dengan Tuan Giat, yang merupakan saudara Tuan Guwat, salah satu istri Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjary. Sedangkan, sang ayah, H Yaqub adalah seorang pengusaha dan saudagar di era Kesultanan Banjar, sehingga ketika itu dikenal dengan sebutan Juragan Yaqub.

“Dengan ketinggian ilmu dan akhlak mulia, Datu Amin yang menuntut ilmu di Makkah menjadi sosok yang dikenal sebagai ulama besar Tanah Banjar. Beliau menguasai berbagai bidang ilmu keagamaan Islam, seperti ilmu Qur’an, syariat dan hakikat,” ucap Sirajul Munir.

Tak mengherankan, jika akhirnya Kesultanan Banjar mengangkat Datu Amin menjadi mufti di Banjarmasin. Selama hidupnya, Datu Amin merupakan sosok ulama yang tegas dalam bersikap dalam menegakkan yang hak dan memberantas kebatilan. Termasuk, menentang penjajahan Belanda di Tanah Banjar.

Kiprah Datu Amin dalam dakwah Islam kemudian diteruskan para zuriatnya, seperti Alimul Fadhil HM Yunan dan Alimul Fadhil H Marwan dan masih banyak lagi zuriatnya yang menguasai ilmu keagamaan lainnya.

Iklan Samping 300×250

Sementara itu, dalam tausyiahnya, KH Ahmad Zuhdianoor yang dikenal dengan Guru Zuhdi mengingatkan para jamaah untuk selalu meneladani perjalanan hidup dan perjuangan para ulama, seperti Datu Amin.

Ulama kharismatik Banjarmasin ini mengajak umat Islam, khususnya para jamaah haul akbar ke-125 Datu Amin untuk selalu mencinta para ulama, khususnya para wali yang merupakan orang-orang yang dicintai Allah SWT. “Seperti sifat rendah hati yang diajarkan Datu Amin. Jangan kita merasa paling hebat. Simak dan pelajari serta praktikkan apa yang telah dilakukan para aulia Allah.  Seperti dalam manaqib Datu Amin,” ujar Guru Zuhdi.

Ia menegaskan agar generasi sekarang bisa kembali mempelajari dan menguasai ilmu agama sebagai bekal hidup di era milineal ini. “Jagalah anak-anak kita agar tak melanggar hukum dan terjerumus narkoba,” tandasnya.

Sebelum puncak haul akbar ke-125, didahului dengan pembacaan ayat-ayat suci Alquran dan dilanjutkan dengan pembacaan syair-syair Maulid Al-Habsy oleh rombongan Guru H Muhammad Fahmi dari Sekumpul, Martapura.

Kehadiran ribuan jamaah yang memadati kawasan Kubah Datu Amin, persis di sebelah kawasan Jembatan Banua Anyar, membuat ruas jalan padat. Ketua Panitia Pelaksana Haul Akbar ke-125 Datu Amin, Ustadz Ahmad Nida Luqman mengakui banyak relawan dan warga sekitar dilibatkan dalam menyukseskan acara tahunan tersebut. “Kami juga menyiapkan sekitar 5.000 nasi bungkus untuk para jamaah,” ujarnya.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor DidI GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Mengenang Sifat-Sifat Mulia Datu Amin di Banua Anyar, Sang Mufti Kesultanan Banjar