Dirgahayu

GP Ansor Kalsel Pastikan Gabung di Rembuk Nasional Aktivis 98

GERAKAN Pemuda (GP) Ansor Kalsel memastikan diri ikut bergabung dalam Rembuk Nasional Aktivis 98 di Lapangan Monas, Jakarta, pada 7 Juli 2018 mendatang. Rencananya, dalam rembuk nasional itu menyikapi maraknya intoleransi, radikalisme dan terorisme yang akan diikuti 50 ribu aktivis 98.

“DULU, waktu 1998, GP Ansor juga ikut bergerak menumbangkan rezim otoriter Orde Baru. Sekarang musuh bersama kita adalah gerakan radikal, intoleransi, dan terorisme,” ujar Ketua GP Ansor Kalsel, Teddy Suryana kepada jejakrekam.com, Kamis (21/6/2018).

Aktivis pemuda 98 ini menegaskan bahwa radikalisme, intoleransi dan terorisme adalah musuh agama, musuh rakyat dan musuh kebangsaan yang harus dilawan dan diperangi oleh seluruh elemen bangsa.

“Maka dari itu menjadi penting acara Rembuk Nasional Aktivis 98 ini untuk menyatukan tekad dan platform yang sama tentang perlawanan pada radikalisme. Sudah seharusnya GP Ansor Kalsel ikut serta bergabung dengan aktivis 98 di wilayah Kalsel. Kami mengimbau untuk berangkat bersama ke acara ini,” tegas dosen STIQ Rakha Amuntai ini.

Di tempat terpisah, Berry Nahdian Furqan, salah satu SC Panitia Rembuk Nasional Aktivis 98 Wilayah Kalsel membenarkan rencana bergabungnya para kader GP Ansor dalam acara yang bakal dihadiri ribuan aktivis tersebut.

Sekretaris PWNU Kalsel ini mengatakan berdasar hasil survei Wahid Institute tentang radikalisme dan inteloransi yang melibatkan 1.520 responden pada 2017, menunjukkan sebanyak 11 juta orang atau 7,7 persen dari populasi penduduk di Indonesia, mau bertindak radikal. Sisanya, 0,4 persen atau 600 ribu orang pernah bertindak radikal.(jejakrekam)

 

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS