Diuji 35 Orang, Dikabarkan Hanya 21 Calon KPUD Kalsel Berhasil

USAI mengikuti serangkaian tes yang ditangani tim psikolog profesional dan tim Polda Kalimantan Selatan selama dua hari sejak Kamis (8/3/2018) hingga Jumat (9/3/2018), dari 35 orang yang lolos tes computer assisted test (CAT) dikabarkan kembali tersaring hanya 21 orang dinilai berhasil.

HASIL psikotes pun kabarnya telah diterima Tim Seleksi Calon Anggota KPUD Kalsel periode 2018-2023 yang diketuai DR Andi Tenri Sompa. Tim psikolog bentukan Polda Kalimantan Selatan telah menyerahkan hasil uji dalam memberi gambaran utuh aspek psikologis para calon komisioner KPUD Kalsel atas beban dan tugas kerja yang akan diembanya pada periode lima tahun mendatang.

“Ya, siang tadi (Senin, 13/3/2018) sudah digelar rapat pleno Timsel Anggota KPUD Kalsel mengenai nama-nama yang lolos dalam psikotes. Namun, daftar nama ini dipegang Ketua Timsel DR Andi Tenri untuk disampaikan ke media massa,” ucap anggota Timsel Calon Anggota KPUD Kalsel, DR Muslih Amberi kepada jejakrekam.com, Senin (13/3/2018) malam.

Ia mengaku tak tahu persis dari 35 orang yang diuji, telah meloloskan 21 peserta dalam serangkaian psikotes. Menurut Muslih, dalam tahapan ketiga ini berdasar aturan memang maksimal yang lolos adalah 6 kali sesuai kebutuhan. Dalam hal ini, ada lima kursi yang disediakan di KPUD Kalsel.

“Berarti, ada 30 orang yang lolos. Namun itu jumlah peserta maksimal, artinya aturan ini tidak baku. Jadi, bisa saja yang lolos 21 orang,” kata dosen senior FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin ini.

Muslih menjelaskan dalam proses penyaringan khususnya dari serangkaian tes diterapkan sistem passing grade atau batas nilai yang harus dicapai para peserta calon komisioner KPUD Kalsel. “Jadi, bisa saja nanti yang lolos itu hanya 21 orang karena memenuhi passing grade dalam psikotes ini,” ujarnya.

Iklan Samping 300×250

Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Banjarbaru ini mengatakan bagi 21 orang yang dikabarkan lolos psikotes, maka akan dilanjutkan untuk mengikuti uji kesehatan di RSUD Ulin Banjarmasin. “Untuk tes kesehatan ditangani tim dokter dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kalsel dan bertempat di RSUD Ulin Banjarmasin,” ucapnya.

Namun, menurut Muslih, untuk nilai atau bobot dari uji kesehatan ini akan digabung dengan tes terakhir yang jadi kewewangan tim seleksi. Muslih menjelaskan tes wawancara ini akan menyaring kembali para calon komisioner terbaik untuk mendapatkan 10 nama.

“Sesuai jadwal, paling lambat 16 April 2018 nanti dari tes kesehatan dan wawancara akan menghasilkan 10 besar yang akan dikirim ke KPU RI di Jakarta. Nah, kewenangan untuk mendapat lima komisioner terpilih sepenuhnya berada di tangan KPU RI,” tutur Muslih.

Bagaimana dengan desakan publik agar catatan rekam jejak para calon komisioner KPUD Kalsel menjadi catatan bagi tim seleksi? Muslih menegaskan dalam tes wawancara semua masukan dan informasi yang disampaikan publik akan langsung diklarifikasi dan dikonfirmasi ke peserta calon komisioner.

“Yang pasti, semua catatan itu akan menyertai berkas 10 nama calon komisioner untuk diserahkan ke KPU RI di Jakarta. Ya, istilahnya ada catatan kaki yang bisa menjadi pertimbangkan KPU RI dalam memilih lima calon komisiner terpilih dan lima calon komisioner pengganti antar waktu (PAW),” papar Muslih.

Dia pun memastikan timsel akan bekerja sesuai dengan aturan main, transparan dan tetap mempertimbangkan segala masukan yang disampaikan publik terhadap track record masing-masing calon komisioner.(jejakrekam)

 

Penulis Didi GS
Editor Didi G Sanusi
Anda mungkin juga berminat
Loading...