ACT

Kebun Raya Banua Simpan Koleksi 8.000 Flora Meratus

0 226

UPT Kebun Raya Banua Kalsel bersama Balai Penelitian Kehutanan Kementerian LHK serta Pena Hijau Indonesia, melakukan eksplorasi keanekaragaman hayati kawasan hutan Pegunungan Meratus. Lokasi yang dipilih adalah Kabupaten Balangan dan Tabalong.

EKSPLORASI untuk mengetahui spesies tumbuhan yang ada di kawasan hutan lindung yang berada di kawasan kedua kabupaten tersebut. Kebun Raya Banua Kalsel dibangun sejak 2012 lalu, di lahan seluas sekitar 100 hektare di kawasan perkantoran Pemprov Kalsel, saat ini telah memiliki berbagai koleksi aneka flora khas Kalimantan.

Jumlah tanaman Kebun Raya Banua untuk pembibitan 8.000 spesimen, koleksi tertanam 1.299 spesimen dari 231 jenis penghijau, ditambah ornamen 3.510 spesimen dari 46 jenis dan sekitar 300 spesimen anggrek. Ada pula berbagai tanaman berkhasiat obat.

Ketua Tim Ekspedisi Meratus dari Balai Penelitian Kehutanan Kementerian LHK Syaefuddin mengungkapkan, kawasan hutan pegunungan Meratus memiliki keanekaragaman hayati yang kaya, dan sangat perlu untuk diselamatkan.

“Mengacu pada eksplorasi tahun-tahun sebelumnya, banyak kita temukan flora endemik dan khas Pegunungan Meratus, beberapa diantaranya berstatus tanaman langka yang keberadaannya kian terancam,” tuturnya.

Kepala UPT Kebun Raya Banua, Agung Sriyono mengatakan, Ekspedisi Meratus 2018 memfokuskan eksplorasi keanekaragaman hayati di dua kabupaten, yakni Tabalong dan Balangan.

“Tim akan berada di lapangan selama dua minggu, dalam rangka melakukan pencatatan spesies-spesies tumbuhan yang ada di kawasan itu,” katanya.

Dalam kesempatan ini, Agus Sriyono juga mengungkapkan, selain Kebun Raya Banua milik Pemprov Kalsel, sejumlah kabupaten juga berencana membangun kebun raya dalam rangka menyelamatkan keanekaragaman hayatinya, seperti Tanah Laut, Tabalong, dan Balangan.

Sementara itu, keikutsertaan Pena Hijau Indonesia sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penyelamatan keanekaragaman hayati yang ada di Kalsel.(jejakrekam)

Penulis  : Andi Oktaviani

Editor    : Andi Oktaviani

Foto      : Istimewa

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.