Soal Pemenuhan Hak Warga, Komnas HAM Apresiasi Kota Banjarmasin

0

KOMISIONER Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM), Beka Ulung Kapsara, mengapresiasi Kota Banjarmasin yang layak menjadi percontohan kota dengan perspektif HAM.

MENURUT Beka, komitmen Kota Banjarmasin menjadi kota inklusi menjadi salah satu tolok ukur mengapa daerah berjuluk seribu sungai tersebut patut dijadikan contoh.

“Tanpa komitmen, mimpi, dari pemimpin maupun warga, (Banjarmasin) akan berada di tempatnya. Kini, Banjarmasin masuk dalam gelombang besar yang disoroti dunia,” ucap Beka Ulung saat mengisi diskusi terkait HAM di Balai Kota Banjarmasin, pada Kamis (17/12/2020).

Bicara Pemenuhan HAM di Banjarmasin, Beka hanya berpesan agar pemerintah memperhatikan unsur pemenuhan HAM seperti pendidikan, kesehatan bahkan aparatur daerah dalam penegakan terhadap kebijakannya.

“Sudah saya sampaikan tadi, pemerintah daerah paling banyak diadukan oleh masyarakat ke Komnas HAM. Sebab, banyak daerah yang tidak berspektif HAM dalam memangku kebijakannya,” ucap pria asal Cilacap.

Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kota Banjarmasin, Lukman Fadlun, mengatakan sejak beberapa waktu terakhir pemko setempat memang mencoba mengakomodasi kepentingan-kepentingan semua lapisan warga melalui regulasi daerah.

Dia mencontohkan, pada tahun 2013 lalu Kota Banjarmasin telah membuat perda terkait pemenuhan hak penyandang disabilitas. Bahkan, regulasi tersebut mendahului UU serupa yang baru diketuk pada tahun 2016.

Lukman membeberkan, Pemko Banjarmasin memang telah banyak menggandeng seluruh stakeholder yang berwenang dalam mendorong kebijakan ini.

“Pemko Banjarmasin tak hanya ramah dalam perspektif gender, juga pemenuhan hak asasi manusia terhadap kaum disabilitas. Dari jalanan trotoar bahkan ditempat umum lainnya juga difasilitas buat difabel. Implementasinya dari tahun 2015 hingga sekarang, mengapa terpilih sebagai kota HAM? Kita menciptakan narasi kepedulian itu,” pungkas Lukman.

Dalam kegiatan seminar daring ini, juru bahasa isyarat dilakukan oleh Shintya Subhan kepada para peserta yang berhadir secara online maupun offline. Dihadiri oleh Persatuan Tuna Netra Indonesia (PERTUNI), Forum Komunikasi Keluarga Anak Penyandang Disabilitas (FKKAPD) dan Kaki Kota Banjarmasin. (jejakrekam)

Penulis Rahim
Editor Donny

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.