Bawaslu Oke

Bernostalgia Paringin Tempo Dulu, Dendang Baimbai Unjuk Kebolehan

0 62

TEMPO 1985 hingga awal tahun 2000-an silam di Paringin ada sebuah sanggar seni yang sangat aktif berkegiatan seni musik. Sanggar seni itu adalah Dendang Baimbai, yang dikenal cukup luas di khalayak ramai.

EKSISTENSI Dendang Baimbai selain menjadi satu-satunya sanggar seni bagi warga Paringin dan sekitarnya.  Tak hanya populer di ibukota Kabupaten Balangan, Kalimantan Selatan, sanggar seni yang mengusung genre musik pop, dangdut dan keroncong ini bahkan mengisi berbagai acara di kabupaten tetangga, Hulu Sungai Utara (HSU), ketika Balangan masih di bawah daerah itu.

Bernostalgia dengan grup musik legendaris itu, para pegiat seni dan anak band di Balangan pun mengundang Dendang Baimbai untuk tampil di kawasan Taman Sanggam, Minggu  (29/12/2019).

BACA : Pilih Irama Pop Kreatif, Album Lagu Banjar Dibagikan Gratis

Ketua pelaksana kegiatan, Ishar Supriadi mengungkapkan even itu merupakan inisiatif para anggota Dendang Baimbai yang sudah lama tidak bermain musik lagi. Mereka menginginkan bisa berkumpul lagi dalam suatu kegiatan.

“ Selain bernostalgia, kami ini memberi motivasi bermusik kepada kalangan anak muda di Balangan. Mereka harus bisa berkarya lewat seni,” ucap Ishar Supriadi.

Acara pun dibagi dalam dua sesi. Sore hari menjadi jatah penampilan band anak muda di Balangan, dan malam hari giliran Dendang Baimbai tampil mengantarkan malam hingga larut malam. Menariknya, para personel lengkap, dari awal berdiri hingga kini bisa tampil bersama. Meski usia mereka tak muda lagi, namun tetap energik.

“Kami berharap lewat seni musik dan tarik suara, kalangan anak muda di Balangan bisa termotivasi. Ya, sembari mengenang Balangan tempo dulu yang pernah melahirkan para musisi berbakat,” tutur Ishar.

BACA JUGA : Berawal dari Pengalaman, Musisi Muda Balangan ini Ciptakan Sebuah Lagu

Ia mengenang sedari dulu, Sanggar Seni Dendang Baimbai, bukan sekadar wadah bermain musik dan berkesenian, namun menjelma menjadi sebuah grup kebanggaan warga Paringin.

“Dulu, kami sering menggelar lomba dangdut, pop singer dan kegiatan lainnya termasuk juga mengisi beberapa acara,” kata Ishar, menerawang ke belakang.

Tak hanya itu, Ishar mengatakan Dendang Baimbai juga tidak terlepas dari eksistensi Panitia Penuntutan Kabupaten Balangan (PPKB) karena personel Dendang Baimbai hampir semua juga aktif di organisasi kemasyarakatan itu agar bisa mandiri dan kepas dari Kabupaten HSU.

“Lewat Dendang Baimbai, kami gelorakan agar Paringin, umumnya Balangan bisa membentuk kabupaten sendiri, lepas dari induknya yang berpusat di Amuntai,” tandas Ishar.(jejakrekam)

Penulis Gian
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.