Husairi Abdi

Tiga Peraih Summa Cum Laude Universitas Terbuka Dikukuhkan

0

TIGA wisudawan dan wisudawati peraih summa cum laude dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) di atas rata-rata dalam wisuda ratusan sarjana UPBJJ Universitas Terbuka (UT) Banjarmasin dikukuhkan sebagai alumni terbaik di Hotel Golden Tulip Banjarmasin, Kamis (2/3/2017).

MEREKA yang meraih prestasi sangat memuaskan itu atas nama Siti Zaenab dengan IPK 3,86, Rizky Yulida Fatri meraih IPK 3,75 dan Risna Fahrianti dengan IPK 3,75.

Selain itu, turut diwisuda lulusan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik yakni diploma 2 (D2) Ilmu Perpustakaan sebanyak  43 orang, D4 Kearsipan 26 orang, S1 Ilmu Perpustakaan  5 orang, S1 Sastra Inggris 2 orang. Kemudian, Fakultas Ekonomi hanya S1 Manajemen 1 orang, dan Fakultas Keguruan dam Ilmu Pendidikan (FKIP) yakni S1 PG PAUD sebanyak 277 orang, S1 PGSD 209, S1 PGSD BI 89 orang.

Kepala UPBJJ Universitas Terbuka Banjarmasin, Ir Edwar Zubir MM mengungkapkan, UT semakin maju dan berkembang di Indonesia dan luar negeri, sehingga disikapi dengan mengembangkan pendidikan berbasis wibesite. “Kami akan  terapkan tahun 2018, dan tidak mengurangi kualitas pendidikan, realtime, bahkan sangat cepat diketahui hasilnya. Ujian online tida untuk memanjakan mahasiswa,” bebernya.

Pembantu Rektor IV Universitas Terbuka Dr  Muhammad Yunus, MA, menyebutkan inovasi yang dilakukan UT dari dalam dan luar negeri sangat bermanfaat bagi kemajuan pendidikan Indonesia. “Kami memberikan terobosan agar belajar makin banyak pilihan seperti belajar melalui online, tatap muka, televisi, dan lainnya,” katanya.

Muhammad Yunus mengakui dalam mengembangkan ujian online, sesungguhnya tidak mempersulit mahasiswa, tetapi mahasiswa justru lebih mudah, bahkan dalam setiap ujian mahasiswa tidak diawasi lagi. “Asal ada alat khusus dimana saja, bisa belajar dan mengikuti ujian. “Tahun depan kita ujicoba, tetapi kita terapkan bagi mahasiswa di luar negeri dulu. Jika berhasil di luar negeri,  maka akan dilakukan di dalam negeri,” kata Yunus.

Kini, beber Yunus, UT telah memiliki 2.200 mahasiswa di luar negeri kebanyakan tenaga kerja luar negeri, ekseutif muda, dan pejabat lainnya. Menurutnya, bila penerapan belajar manual dalam tatap muka selama dua hari tidak mencukupi. Sebab itu, kata Yusu, jika melalui online, maka akan berhasil dengan keuntungan bisa tahu hasilnya. “Benar atau salah saat itu juga,” ucapnya.

Sementara itu, Staf Ahli Gubernur Kalsel HM Hawari mengatakan bangga dengan banyaknya mahasiswa Kalimantan Selatan yang lulus di Universitas Terbuka. “Sumber daya manusia (SDM) di Kalsel wajib dikembangkan secara kontinue melalui perguruan tinggi, termasuk UT. Apalagi, Pemprov Kalsel selalu mendukung untuk kemajuan pendidikan di daerah,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis : Afdi NR

Foto    : Afdi NR

.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.