ACT

Ditanam Sejak Sultan Suriansyah, Banjarmasin Pusat Lada Dunia

0 117

Oleh : Mansyur ‘Sammy’

BANDAR dagang Banjarmasih pun semakin ramai, ketika pada abad ke-16 Banjarmasih sangat sibuk disinggahi pedagang Tionghoa. Hingga akhir abad ke16 perdagangan di kerajaan ini dimonopoli oleh mereka. 

VALENTJIN menyatakan bahwa pada abad ini justru sebagian besar penduduk Banjarmasih adalah orang Tionghoa. Ramainya orang Tionghoa datang ke Banjarmasih disebabkan oleh beralihnya jalur perdagangan mereka ke Maluku yang melalui Makassar.

Peralihan jalur dagang ini dikarenakan perdagangan lada di Aceh dan Banten dikuasai oleh Belanda dan Inggris serta orang Tionghoa tidak mendapatkan kesempatan membeli lada karena permintaan dari Eropa meningkat baik lada yang ada di Pattani maupun di Jambi.

Tingginya permintaan dari Tiongkok terhadap lada, kemusian mengakibatkan penanaman lada yang besar besaran di Kerajaan Banjarmasih untuk memenuhi komoditas perdagangan mereka. Jung-jung Tiongkok selalu datang membawa barang dagangan mereka, lalu ketika kembali jung mereka penuh dengan lada.

BACA : Benteng Oranje Nassau, Simbol Supremasi Belanda Pemicu Perang Banjar

Pada abad XVI, masa pemerintahan Sultan Suriansyah, Sultan Rachmatullah dan Sultan Hidayatullah, Kerajaan Banjarmasih sudah mulai memproduksi banyak jung untuk pelayaran antar pulau dan antar benua, terutama sekali untuk pelayaran ke Pulau Jawa. Diproduksinya jung-jung ini tentu menandakan bahwa kondisi kemaritiman kerajaan ini dalam kondisi sangat bagus.

Perdagangan yang melimpah ruah ini menghasilkan kekayaan untuk kerajaan, bahkan hingga pertengahan abad XVIII harta kekayaan tersebut masih terlihat sebelum perlawanan politik terhadap VOC yang banyak menyita biaya.

Usaha perkapalan mereka mendapat saingan dari para pemodal melayu yang memusatkan produksinya di Makasar akibat kondisi politik di tanah melayu sendiri sedang tidak stabil. Akibatnya bandar dangan Banjarmasih ramai dengan kehadiran para pedangang dari belahan nusantara lain terutama Melayu, Tiongkok dan Jawa.

BACA JUGA : Perang Banjar di Hulu Barito dan Karamnya Onrust (2)

Pasar dan perdagangan sungai ditangani oleh syahbandar atau kepala bandar yang biasanya ditangani oleh orang asing. Contohnya pada tahun 1635 syahbandar dijabat oleh orang Gujarat, yaitu Godja Babouw yang mempunyai kekuasaan yang Berkembangnya kontak dagang Kerajaan Banjarmasih  selain tempat pemasaran kapal oleh orang-orang Melayu, juga dipengaruhi oleh faktor bertambah kuatnya hubungan Maluku dengan Jawa pasca berakhirnya monopoli rempah-rempah yang dilakukan Portugis di kepulauan yang terkenal dengan sebutan Spicy Island.

Sultan Banjar Digelari Raja dari Pegunungan Lada

Lada lokal yang disuplai ke Banjarmasih tumbuh di daerah sepanjang tanah berlumpur di kaki bukit dataran tinggi Negara di Dekompay, Lusong, Barambai, Komenting dan Bonave Assam, dan di pinggiran sungai yang berpasir di Amuntai Meluklio, Kayutangi dan Pulau Laut.

Di daerah pedalaman terdapat perkebunan lada yang dikuasai kaum bangsawan seperti di daerah Negara, Alai, Tabalong, sehingga Dijk  menyebut Pangeran Anom atau Pangeran Suryanata sebagai : “Koning yan het pepergebergte” atau “raja dari pegunungan lada”.

BACA LAGI : Tiru Jejak Idwar Saleh, Menolak Lupa dari Goresan Sejarawan Muda Mansyur

Lahan yang digunakan untuk menanam adalah tanah kering atau ladang yang dibersihkan (ditabas) dari rumput liarkemudian kayunya ditebang dan dipotong kecil-kecil sampai ranting. Jika kayunya berkualitas bagus, maka disisihkan ke samping lalu dipakai untuk membuat barang-barang rumah tangga atau dijual.

Setelah itu kayu dibiarkan mengering, sampai kecokelatan lalu lahan dibakar sampai hangus benar (gusang) dan sisa kayu yang masih tersisa dikumpulkan untuk dibakar lagi, proses ini dinamakan penduduk lokal dengan sebutan mamanduk.(jejakrekam)

Penulis adalah Penasihat Komunitas Historia Indonesia Chapter Kalsel

Ketua Lembaga Kajian Sejarah, Sosial dan Budaya (SKS2B) Kalimantan

Dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP ULM Banjarmasin

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.