ACT

Melawan Ancaman Kepunahan, KKB Gagas Bikin Kamus Bahasa Bakumpai

0 392

PENUTUR bahasa Bakumpai kian tergerus. Bahkan, terancam kepunahan jika tidak dijaga para penuturnya, terutama dari suku Dayak Bakumpai, subetnis Dayak Ngaju. Keprihatinan ini mendorong Kerukunan Keluarga Bakumpai (KKB) untuk menggagas pembuatan kamus bahasa Bakumpai.

GAGASAN ini mengemuka dalam diskusi terpumpun menegaskan bahasa merupakan bagian tak terpisahkan dari identitas kelompok etnis  di Kantor Pusat KKB, Jalan Perdagangan Komplek HKSN, Kelurahan Alalak Utara, Banjarmasin Utara, Sabtu (3/11/2019).

Narasumber diskusi terpumpun Nasrullah yang juga Ketua Departeman Kajian dan Pengembangan Budaya KKB Pusat mengakui ancaman kepunahan bahasa Bakumpai itu nyata, ketika para penuturnya terus berkurang. Para penutur bahasa Bakumpai pun menyebarkan di sebagian wilayah Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah dan Timur, serta kota-kota lainnya.

BACA : Baru Ada Empat Kamus Bahasa Daerah, Bahasa Berangas di Ambang Punah

“Bahkan, di perkampungan yang dihuni masyarakat Bakumpai perlahan pasti bahasa ini telah dikonversi dengan bahasa lain, terutama dominasi bahasa kekininan berbasis informasi teknologi yang tidak ada padanan katanya dalam bahasa daerah,” papar dosen sosiologi FKIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) ini.

Ia menilai justru toleransi yang tinggi di tengah masyarakat Bakumpai dalam tataran keluarga malah memicu makin jarangnya bahasa ibu itu dipakai. “Seorang anak cenderung pasif berbahasa Bakumpai, karena mengikuti bahasa ibu ketika bukan dari berasal dari keluarga Bakumpai,” tutur Nasrullah.

BACA JUGA : Bahasa Dayak Ngaju Berakar Sama dengan Melayu

Menurut dia, literasi bahasa Bakumpai juga sangat kurang dan tidak ada tokoh atau ikon yang menggunakan bahasa itu dalam forum penting. “Faktanya, walau orang Bakumpai itu lebih banyak justru toleran terhadap orang non Bakumpai yang menggunakan bahasa daerah lain,” kata sosiolog jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.

Menariknya, dalam diskusi terfokus di kantor KKB Pusat itu, peserta cukup beragam. Ada kalangan sepuh di atas 60 tahun, hingga penutur bahasa Bakumpai sudah berusia 40 tahun ke atas serta kalangan generasi milenial.

BACA LAGI : Bandar Marabahan dan Melacak Asal Usul Orang Bakumpai (2)

Solusi yang disepakati di KKB adalah menggunakan bahasa Bakumpai dalam setiap pertemuan KKB, termasuk slogan, pepatah atau petuah, serta membuat kamus bahasa Bakumpai.

“KKB juga perlu menjadi sponsor pembuatan lagu-lagu berbahasa Bakumpai, serta membuka kerjasama dengan pihak lain untuk pelestarian bahasa Bakumpai. Seperti Pusat Kajian Bakumpai bekerjasama dengan media cetak atau online, dengan menampilkan tokoh semacam Palui dalam bahasa Banjar,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Ahmad Husaini
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.