Hermansyah Akui Kans Ibnu Sina Berduet dengan Muhaimin Terbuka

MEREBUT tiket lima kursi PDI Perjuangan, kader partai banteng moncong putih Hermansyah pun hakkul yakin akan bisa bertarung dalam pemilihan Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin pada suksesi 2020 mendatang.

SANG Wakil Walikota Banjarmasin ini menegaskan tak lagi bisa berduet dengan koleganya, Walikota Ibnu Sina untuk melanjutkan periode kedua. Pecah kongsi menjadi pilihan logis untuk menatap Pilwali Banjarmasin 2020 nanti.

“Makanya, saya juga melamar ke PDIP. Melalui DPC PDIP Banjarmasin, saya siap mengikuti mekanisme yang berlaku di partai. Walau, saya harus bersaing dengan sesama kader partai seperti Pak Muhaimin yang juga Ketua DPC PDIP Banjarmasin,” ucap Hermansyah, usai menghadiri syukuran kantor baru DPC PDIP Banjarmasin di Jalan Kampung Melayu Darat, Banjarmasin, Sabtu (14/9/2019).

BACA : Jelang Pilwali Banjarmasin 2020, Ibnu-Herman Dipastikan Pecah Kongsi

Hermansyah mengakui koleganya yang mantan Wakil Ketua DPRD Kalsel itu juga mendaftarkan diri sebagai calon walikota. Ia menegaskan kans semua pelamar sama, baik kader maupun luar kader partai ketika mendaftarkan diri ke PDIP.

“Kami menyadari PDIP tak bisa mengusung sendiri calon karena tidak memenuhi syarat minimal 20 persen sebagai parpol pengusung. Makanya, harus berkoalisi dan menjalin komunikasi untuk kongsi politik di Pilwali Banjarmasin nanti,” tutur mantan anggota DPRD Kalsel ini.

BACA JUGA : Ingin Pecahkan Mitos, Demi Dua Periode, Walikota Ibnu Sina Akui Dekati Gerindra

Hermansyah menegaskan jago usungan PDIP harus siap ditempatkan baik sebagai calon walikota maupun wakil walikota, atau tidak dicalonkan. “PDIP merupakan partai yang solid dan konsisten dalam menjalankan mekanisme partai,” ujar Hermansyah.

Apakah nanti akan berkongsi lagi dengan PKS dan berduet kembali dengan Ibnu Sina? Dalam kalkulasi politik, Hermansyah menyebut hal itu relatif sulit, karena sudah ada pernyataan dari Ketua DPD PKS Banjarmasin Hendra bakal mengusung Ibnu Sina tanpa menggandeng dirinya.

“Pimpinan PKS Banjarmasin yang ngomong seperti itu, tidak mau lagi dipasangkan dengan saya,” ungkapnya.

BACA LAGI : Banyak Figur Maju Independen, Uhaib : Perlu Berjuang Mati-Matian

Hermansyah pun menebak bisa saja nanti PDIP justru tak menghendaki dirinya. Bahkan, peluang pengusungan Ibnu Sina berduet dengan Muhaimin bisa terbuka lebar dalam Pilwali Banjarmasin 2020 mendatang.

Sebelumnya, Sekretaris DPW PKS Kalsel Awan Subarkah memastikan partainya sudah bulat untuk mengusung kembali Ibnu Sina sebagai calon Walikota Banjarmasin. Ia menegaskan kini tinggal mencari kongsi politik, karena PKS sendiri hanya memiliki lima kursi di DPRD Banjarmasin, sehingga butuh tambahan kursi minimal empat kursi atau lebih.

“Bagaimana pun potensi petahana dalam suksesi pilkada itu sangat terbuka untuk diusung kembali. Pertanyaanya adalah bagaimana PKS bisa mengkomunikasikan hal itu dengan parpol lain,” beber Awan.

BACA LAGI : Kuasai Banjarmasin, Kemenangan PAN Bakal Pengaruhi Peta Pilwali 2020

Anggota DPRD Banjarmasin ini mengaku sudah melakoni pembicaraan dengan Ketua DPD Partai Gerindra Banjarmasin HM Yamin. Begitupula, dengan Partai Golkar dan PDIP. Termasuk, dengan sejumlah partai lainnya.

“Yang pasti, semua kemungkinan itu harus dijajaki karena dalam politik, semua masih cair. PKS tentu harus mendorong kader sendiri untuk mencalon walikota. Yang potensial adalah Pak Ibnu Sina sendiri,” tandasnya.(jejakrekam)

 

 

Penulis Asyikin/Didi GS
Editor Didi G Sanusi