Jelang Pilwali Banjarmasin 2020, Ibnu-Herman Dipastikan Pecah Kongsi

0 627

DUET Ibnu Sina dengan Hermansyah dipastikan tak bisa dipertahankan lagi dalam laga pemilihan Walikota-Wakil Walikota Banjarmasin pada 2020 mendatang. Sinyal itu makin menguat jika kedua politisi senior PKS dan PDI Perjuangan tak sejalan lagi, tinggal menghabiskan sisa masa jabatan di Balai Kota yang berakhir pada Februari 2020 nanti.

TANDA-tanda ini makin menguat, setelah Ibnu Sina yang merupakan mantan Ketua DPW PKS Kalsel ini dikabarkan telah didekati sejumlah figur dan parpol untuk diusung sebagai calon petahana. Wakil Walikota Banjarmasin Hermansyah tak memungkiri jika belakangan ini rumor jika dirinya tak lagi bersama jelang Pilwali 2020 makin menguat.

“Saya sudah tahu jika Walikota Ibnu Sina tak ingin berpasangan lagi dengan saya di Pilwali Banjarmasin 2020 nanti. Informasi ini saya dapat dari beberapa orang yang menanyakan hal itu kepada yang bersangkutan. Ya, sudahlah,” tutur Hermansyah, Kamis (13/6/2019).

BACA : RTRW Direvisi, Ibnu-Herman Ubah RPJMD Banjarmasin

Dalam kalkulasi politik Hermansyah pun, untuk kembali berkongsi dengan Ibnu Sina tak memungkinkan karena. Ini karena perbedaan pandangan politik yang cukup menajam, hingga disepakati keduanya ingin menghabiskan masa ‘mesranya’ dalam menjalankan program Banjarmasin Baiman (Barasih wan Nyaman) pada awal 2020 nanti.

“Ya, Walikota Ibnu Sina sudah menjawab tak ingin lagi bergabung dengan saya. Saya sendiri juga tak mau lagi berpasangan dengannya pada Pilwali Banjarmasin 2020 nanti,” tuturnya.

Demi menjaga komitmen sebagai pemenang Pilwali Banjarmasin 2015 lalu, Hermansyah pun sepakat dengan Ibnu Sina untuk menyelesaikan tugas yang belum selesai sesuai amanah masyarakat ibukota Kalsel.

BACA JUGA : Dari Lima JPO hingga Menyulap Wajah Kelayan Jadi Impian Duet Ibnu-Herman

“Saya tentu tak mau mengkhianati keinginan masyarakat yang memilih kami berdua. Karena, kita sepaket dicalonkan bersama, maka kongsi politik ini kita jalankan hingga habis masa jabatan walikota dan wakil walikota,” tutur Hermansyah.

Wakil Ketua DPD PDIP Kalsel ini mengakui pendukung dirinya bersama Ibnu Sina dalam Pilkada 2015 lalu merupakan koalisi parpol besar. Disokong lima kursi PDIP, empat kursi PKS, tiga kursi Partai Gerindra dan tiga kursi milik Partai Hanura. Sedangkan, Partai Golkar karena didera dualisme, hanya sebagai parpol pendukung. “Ini merupakan partai besar yang berada di barisan kita saat bersama,” ucapnya.

BACA JUGA : Duet Ibnu Sina-Hermansyah Ditantang Tertibkan Aset Terbengkalai

Apakah PDIP akan mengusung Anda dalam Pilwali Banjarmasin 2020 nanti? Hermansyah pun mengatakan dirinya menyerahkan kewenangan itu kepada PDI Perjuangan, terlebih lagi ada sinyal kuat yang disuarakan Sekretaris DPD PDIP Kalsel H Supiansyah bakal mendukung dirinya.

“Saya ucapkan terima kasih atas dukungannya. Yang pasti, saat ini tahapan Pilkada 2020 masih lama, jadi fokus pada pemerintahan yang ada saja dulu,” tuturnya.

Hermansyah pun menegaskan hingga kini dirinya belum memutuskan apakah akan maju berlaga atau tidak dalam Pilwali Banjarmasin 2020 nanti. “Kalau bicara siap atau tidak, tentu saya siap ditempatkan di mana pun, jadi walikota siap, tidak pun juga siap,” tandas mantan anggota DPRD Kalsel ini.

BACA LAGI : PKS Tetap Usung Ibnu Sina, Bursa Calon Walikota Mulai Mengemuka

Sementara itu, pengamat politik dari Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel Samahuddin Muharram justru menilai figur Hermansyah adalah politisi PDI Perjuangan terbukti paling berhasil dalam setiap pemilu.

“Terbukti, Hermansyah itu berhasil terpilih dari setiap pemilu. Dari Pemilu 2004, 2009 dan Pemilu 2014 dengan daerah pemilihan (dapil) berbeda. Ini membuktikan, jika Hermansyah punya strategi politik yang mumpuni, jadi tak boleh dipandang sebelah mata,” pungkas Samahuddin.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.