Kinerja 4 BUMD Jelek, Sekdaprov Kalsel : Kami Rombak Manajemennya!

KINERJA badan usaha milik daerah (BUMD) di lingkungan Pemprov Kalimantan Selatan mengecewakan. Penyertaan modal yang disetor Pemprov Kalsel tak sebanding dengan deviden atau keuntungan yang didapat.

INI menyusul nihilnya deviden PT Askrida dan PT Bangun Banua. Sedangkan, Bank Kalsel menyetor deviden ke Pemprov Kalsel sebesar Rp 20,290 miliar dan PT Jamkrida Kalsel Rp 113,6 juta.

Namun berdasar versi Pemprov Kalsel berdasar rapat umum pemegang saham (RUPS) tahun 2018 hingga perkembangannya tertanggal 5 September 2019, ada deviden yang disetorkan. Versi Pemprov Kalsel untuk Bank Kalsel Rp 20.290.068.766, PT Jamkrida Kalsel Rp 239.425.953, PT Askrida Rp 350.497.740 dan PT Bangun Banua Rp 828.276.527.

BACA : Deviden Menurun, DPRD Banjarmasin Ancam Batalkan Setor Modal ke Bank Kalsel

Dalam jumpa pers di Kantor Pemprov Kalsel, Banjarbaru, Jumat (6/9/2019), Sekdaprov Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan pihaknya telah mempertanyakan soal nihilnya deviden yang diberikan dua BUMD.

“Kami mempertanyakan masalah itu kepada keempat manajemen BUMD tersebut. Memang, terjadi miskomunikasi, sehingga berhembus informasin negatif bagi Pemprov Kalsel,” ucap Haris Makkie didampingi Kepala Biro Sarana dan Prasarana Perekonomian Daerah Setdaprov Kalsel, Inna Yuliani.

BACA JUGA : Setor Modal Lagi ke Bank Kalsel, Deviden Pemkot Banjarmasin Malah Menurun

Haris memastikan selaku pemegang saham, Pemprov Kalsel terus memantau dan mengevaluasi kinerja keempat BUMD tersebut. Menurut dia, Pemprov Kalsel tak ingin penyertaan modal yang disetor keempat BUMD itu justru tidak memberi dampak signifikan bagi pendapatan asli daerah (PAD).

“Sebagai pemegang saham, tentu Pemprov Kalsel meminta tanggungjawab manajemen perusahaan daerah, walau ada masalah UU perseroan terbatas yang mengatur masalah penyertaan modal,” ucap mantan Kepala Biro Humas Setdaprov Kalsel.

BACA LAGI : BUMD Boleh Ekspansi, Tapi Jangan Lalai Tingkatkan Deviden  

Walau akhirnya tidak lagi angka nihil, Haris Makkie menegaskan pihaknya tetap tidak puas dengan kinerja keempat perusahaan daerah itu. Menurut dia, jika masih jelek manajemen perusahaan daerah, maka dipastikan perombakan akan ditempuh Pemprov Kalsel sebagai pemegang saham.

“Yang pasti, kami akan mengambil langkah pembinaan bagi BUMD agar memberikan kontribusi yang optimal dan terukur,” pungkasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS