ACT

Staf Khusus Gubernur Sebut Paman Birin Terbuka dengan Kontestasi Politik

0 390

MAKIN banyak figur yang mengemuka dalam kontestasi Pilkada Kalimantan Selatan 2020 mendatang, baik bakal calon gubernur, wakil gubernur, walikota dan wakil walikota, hingga bupati dan wakil bupati dinilai Taufik Arbain justru memberi nuansa gairah demokrasi sangat bagus di Banua.

PENGAMAT politik FISIP Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Banjarmasin yang juga Staf Khusus Gubernur Kalsel ini menilai kematangan demokrasi harus dihadirkan dalam memicu partisipasi pemilih dalam menggunakan hak memilih dan dipilih.

“Beda jika ada aroma isu-isu pembatasan komentar dengan men-down-kan kandidat lain, tentu di Kalsel akan mengarah pada penguatan defisit demokrasi,” tutur Taufik Arbain dalam rilisnya yang dikirim ke jejakrekam.com, Kamis (13/6/2019).

Dalam sepekan terakhir ini diakui Taufik Arbain memunculkan nama-nama yang bakal menjadi kontestasi gubernur di luar soal demokrasi, justru memberikan keuntungan bagi para kontestan.

BACA : Habib Banua Pilihan Rasional Pendamping Calon Petahana Paman Birin

Bagi doktor jebolan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta ini, munculnya nama-nama itu memungkinkan strategi dalam memetakan siapa sesungguhnya lawan utama dalam pilkada, siapa yang tepat mendampingi atau didampingi, mengukur besar respon publik atas kandidat dan pesaing,  hingga memetakan jaringan apa yang tepat menghadapi lawan.

“Tentu saja, framing dan strategi public opinion maker bagaimana diluncurkan dan terakhir adalah  terpetakan mana ‘pehayaman’, ‘pembalantikan’ dan ‘pembanjuran maandak lukah’ dalam istilah Banjar,” tutur Datu Cendikia Kesultan Banjar ini.

Menurut Taufik, mengemukanya nama Sultan Khairul Saleh, Sulaiman Umar, HM Rosehan Noor Bachri dan Mardani Maming hingga Rudy Resnawan merupakan putra Banua  yang memiliki potensi atau kans sebagai Gubernur Kalsel ke depan.

“Termasuk pula, kans Wakil Gubernur Kalsel seperti Habib Abdurrahman Bahasyim, Habib Hamid, H Haris Makie, H Muhidin, Ibnu Sina, Hasnuryadi Sulaiman, Hasanudin Murad, HM Aditya Mufti Arifin, maupun Rifqinizamy Karsayuda,” kata Taufik.

BACA JUGA : Di Pilgub Kalsel, Sulaiman Umar Pesaing Kuat Paman Birin

Ia berpendapat publik tentu harus mengapresiasi betapa meriahnya dinamika politik dan demokrasi, karena bagaimana pun nama yang mencuat itu menoreh jejak kepolitikannya di Kalsel.

“Jadi, tidak serta merta vis a vis antara petahana dengan penantang, justru memungkinkan terjadinya saling mengisi siapa menjadi gubernur dan siapa menjadi wakil gubernur,” kata Staf Khusus Gubernur Kalsel Sahbirin Noor ini.

Menurut dia, jika Paman Birin berduet dengan H Muhidin yang merupakan Ketua DPW PAN Kalsel dan mantan Walikota Banjarmasin atau figur lain yang jadi pendampingnya, tergantu lima poin tadi.

“Justru, nama kandidat akan turut menentukan siapa wakilnya dalam membantu mendulangsuara. Jadi, politik itu fleksibel dan soal waktu, jika pasangan diplot sedari awal tanpa melihat lawan, justru akan kontraproduktif,” paparnya.

BACA LAGI : Puji Keberhasilan Paman Birin, Habib Banua Dukung Gubernur Kalsel Dua Periode

Taufik berpendapat jika saat ini justru Paman Birin selaku petahana berbangga karena muncul para penantangnya. Dengan posisi sebagai wakil pemerintah pusat, Paman Birin harus mengakomodir atau membina ruang-ruang demokrasi dari parpol dan masyarakat.

“Makanya, terlalu dini jika ada yang mengisukan Paman Birin melawan kotak kosong. Padahal, Paman Birin selama ini bersikap arif dan welcome dengan persaingan politik. Hal itu malah mendorong terbentuknya common enemy terhadap Paman Birin,” kata Taufik Arbain.

Direktur Survei Banua Meter ini mengakui indikator pilkada bisa mengacu ke hasil Pemilu 2019, namun hal itu tidak linearitas dengan kemenangan parpol atau relawan pengusung capres-cawapres.

“Banyak aspek yang harus dihitung seperti aspek kultural, representasi kawasan dan latar belakang, jaringan, kesiapan finansial, aspek praktik kleintenlesme politik akan mudah melihat  berapa figur yang akan menjadi konstestan  pada tahapan penetapan calon. Jadi, bisa dua pasangan calon atau tiga pasangan kandidat, bahkan bisa juga calon tunggal,” tutur Taufik.

BACA LAGI : Opsi Independen, Sultan Banjar Siap Tantang Sahbirin di Pilgub Kalsel

Membaca kans Sulaiman Umar, caleg DPR RI terpilih dari PDI Perjuangan justru disangsikan Taufik Arbain. Menurut dia, bagaimana pun Sulaiman Umar tetap dianggap publik masuk simpul jejaring Paman Birin, kondisi ini justru tidak menguntungkan kepentingan sang petahana.

“Jika ada pihak mendorong H Sulaiman Umar ke level provinsi, saya menduga ada agenda pengamanan kepentingan perebutan Tanah Bumbu 1 pada Pilkada 2021, agar tidak berkontestasi dengan H Sulaiman Umar,” beber Taufik.

Dalam analisis Taufik, justru Sulaiman Umar memungkinkan diduetkan dengan Rifqinizamy Karsayuda atau sebaliknya sebagai orang-orang muda progresif. “Namun, itu bisa terjadi jika ada kejadian luar biasa,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Ipik Gandamana
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.