Dirgahayu

Habib Banua Pilihan Rasional Pendamping Calon Petahana Paman Birin

KEDEKATAN Gubernur Kalimantan Selatan Sahbirin Noor dengan senator Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Habib Abdurrahman Bahasyim atau Habib Banua, memunculkan prediksi jika kedua tokoh ini bakal bersanding di pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2020 mendatang.

APALAGI, Habib Banua sendiri merupakan peraih suara terbanyak dalam pemilihan senator utusan Kalsel yang melenggang ke Senayan Jakarta. Dengan mengoleksi 392.026 suara hasil Pemilu 2019, Habib Banua juga memiliki basis dukungan yang merata di 13 kabupaten dan kota di Kalsel. Terutama di kantong-kantong suara terbesar seperti di Banjarmasin dengan 59.741 suara, Kabupaten Banjar 62.183 suara dan zona Hulu Sungai.

Pengamat politik FISIP Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Muhammad Arsyad Al Banjary, Dr M Uhaib As’ad mengartikan kedekatan Habib Banua dengan Paman Birin, sapaan akrab Gubernur Kalsel bisa diidentifikasikan jika kedua tokohnya sangat berpeluang bersanding di Pilgub Kalsel 2020.

“Dibandingkan H Muhidin yang mantan Walikota Banjarmasin, tentu pilihan rasional sebagai pendamping Paman Birin adalah Habib Banua. Ketokohannya sudah teruji, karena terus menjadi pendulang suara terbanyak dalam pemilihan anggota DPD RI baik Pemilu 2014 maupun Pemilu 2019,” ucap Uhaib As’ad kepada jejakrekam.com, Senin (10/6/2019).

BACA : Opsi Independen, Sultan Banjar Siap Tantang Sahbirin di Pilgub Kalsel

Menurut doktor jebolan Universitas Brawijaya (UB) Malang ini, belakangan ini publik terus disajikan adanya pertemuan personal antara Paman Birin dengan Habib Banua.

“Ini sudah menandakan Paman Birin sudah merasa nyaman dengan Habib Banua. Jadi, kemungkinan pendamping Paman Birin sebagai calon wakil gubernur pilihan rasionalnya adalah Habib Banua,” tutur Uhaib.

Ia berpandangan ketika Paman Birin berduet dengan Habib Banua, tentu basis massa pendukung militan akan bisa digabungkan menjadi mesin pemenangan calon petahana. “Dibandingkan memilih H Muhidin, tentu Paman Birin punya hitungan politik yang rasional. Apalagi, dalam berbagai baliho sudah tergambar hubungan erat Paman Birin dengan Habib Banua,” ucap Uhaib.

Masih menurut dia, meski Habib Banua maju dalam jalur perseorangan di pemilihan senator, secara struktural juga masih berkelindan dengan Partai Demokrat, karena sempat menjadi pelaksana harian sekretaris partai.

“Otomatis, Partai Demokrat juga akan ikut dari garda pemenangan Paman Birin-Habib Banua. Ini juga bisa menekan resistensi politik, karena tipikal masyarakat Kalsel masih sangat kuat dengan keberadaan para habib dalam politik elektoral,” beber Uhaib.

BACA JUGA : Sahbirin Berduet dengan Muhidin? Samahuddin : Banyak Variabel Menentukannya

Nah, menurut Uhaib, jika ternyata Habib Banua enggan maju berlaga di Pilkada Kalsel 2020, pilihan rasional lainnya yang akan dipilih Paman Birin selaku Ketua DPD Partai Golkar Kalsel adalah meminta Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani sebagai figur pendampingnya.

“Nadjmi Adhani yang juga Ketua DPD Partai Golkar Banjarbaru merupakan figur alternatif yang bisa mendampingi Paman Birin, jika terjadi kebuntuan politik. Bagaimana pun, Partai Golkar bisa mandiri mengusung kandidat di Pilkada Kalsel 2020,” tuturnya.

Dengan modal 12 kursi, Uhaib hakkul yakin posisi Golkar sangat menentukan peta pertarungan Kalsel bahkan bisa menggalang kongsi politik besar untuk modal maju di suksesi 2020.

BACA JUGA : Zairullah Dukung Sahbirin Dua Periode, Cawagub Diusulkan Sulaiman Umar

Uhaib juga menyebut ada figur lain yang bisa menjadi pendamping incumbent yakni Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Kalsel Abdul Haris Makkie yang juga Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Kalsel.

“Posisi Abdul Haris Makkie sebagai figur bakal calon wakil gubernur pendamping Paman Birin juga turut diperhitungkan. Ini karena sangat jelas basis massa dukungannya dari ormas NU. Namun, dari dua figur baik Walikota Banjarbaru Nadjmi Adhani  maupun Abdul Haris Makkie, maka pilihan utama tetap pada Habib Banua,” cetus Uhaib.

BACA JUGA : Di Pilgub Kalsel, Sulaiman Umar Pesaing Kuat Paman Birin

Lantas siapa yang akan jadi pesaing Paman Birin nantinya di Pilkada Kalsel 2020 mendatang? Uhaib mengakui nama Pangeran Khairul Saleh yang merupakan caleg DPR RI terpilih dari PAN memang disebut-sebut sebagai rivalnya. Hanya saja, Uhaib justru melihat momentum Sultan Banjar itu sepertinya telah berlalu, karena sempat gagal maju berlaga dalam Pilkada Kalsel 2015 silam.

“Wajar, ketika Sultan Khairul Saleh menegaskan akan maju lewat jalur independen, karena kans Paman Birin untuk mendapat dukungan mayoritas parpol di Kalsel masih sangat terbuka. Inilah mengapa akhirnya nama Habib Banua yang menggambarkan representasi figur independen jauh lebih rasional dibandingkan H Muhidin atau figur lainnya,” imbuhnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Didi GS