Golkar Masih Kokoh di Peta Politik Batola

TAK seperti kabupaten/kota lainnya, yang menunjukkan trend penurunan perolehan kursi di Pemilu 2019 ini bagi Golkar, tapi di Kabupaten Barito Kuala (Batola) sebaliknya. Beringin semakin menunjukkan supremasinya. Semakin kokoh di puncak perolehan kursi DPRD kabupaten, dengan menggondol 16 kursi (hasil rekapitulasi kabupaten/tentatif).        

SETIDAKNYA, terhitung sejak Pemilu 2004 partai berlambang pohon beringin ini selalu memuncaki perolehan kursi di lembaga perwakilan di Bumi Ije Jela tersebut.

Sebut saja pada Pemilu 2004 (8 kursi), Pemilu 2009 (7 kursi), Pemilu 2014 (13 kursi), dan pemilu 2019 (16 kursi).  Partai lain seolah dibuat tidak berdaya, sebab jarak perolehan kursinya yang relatif sangat jauh di belakang Golkar. Dan, ini terjadi di setiap pemilu.

BACA : Jadi Jawara Pileg, Kursi Ketua DPRD Balangan Dipimpin Kader Golkar

Di Pemilu 2004, ada empat partai yang sama-sama meraih 3 kursi (PBR, PDI Perjuangan, PBB, PAN) dan PPP (5 kursi). Di Pemilu 2009 ada enam partai mengoleksi dengan 3 kursi (PPP, PBR, PDI Perjuangan, Demokrat, Gerindra, dan PKS). Di Pemilu 2014 ada empat partai yang mampu mengoleksi 4 kursi (PDI Perjuangan, PKB, Gerindra, dan PKS).

Komposisi perolehan kursi Pemilu 2009 kembali terulang di Pemilu 2019, ada empat partai yang sama-sama mengoleksi 3 kursi (PDI Perjuangan, PKB, PAN, dan Gerindra). Sedangkan PKS mampu bertahan dengan 4 kursi seperti Pemilu 2014. Artinya, hanya PKS yang mampu mempertahankan posisi jumlah kursinya dari gempuran Golkar.

Banyak orang mengatakan kuat dan bertambahnya perolehan kursi Golkar di Pemilu 2019 ini tidak terlepas dari komposisi calon anggota legislatifnya yang bertarung, yang memadukan pendatang baru dan wajah lama (petahana).

BACA JUGA : Dulu Mendominasi Parlemen, Suara Golkar Meredup di Banjarmasin

Melimpahnya perolehan suara/kursi Golkar di kabupaten yang wilayahnya dibelah Sungai Barito ini juga tidak terlepas dari sosok tokoh Partai Golkar Kalsel kelahiran Marabahan, yakni Hasanuddin Murad, yang ikut bertarung untuk kursi DPRD Provinsi Kalsel di Dapil Kalsel 3.

Semula mantan Bupati Batola dua periode tersebut sempat mendaftarkan diri sebagai calon anggota DPD Dapil Kalsel, dan telah memenuhi syarat administrasi (verifikasi faktual). Namun, karena permintaan dan desakan dari sejumlah tokoh Banua, terutama pengurus DPD Golkar Kalsel, agar beliau mencalonkan diri untuk provinsi bagi Golkar, karena dianggap sangat diperlukan bagi pembinaan Partai Golkar ke depannya.

BACA LAGI : Target Lima Kursi DPR, Airlangga Super Optimis Golkar Menang di Kalsel

Sebelumnya, pada Pemilu 1999 dan Pemilu 2004 mantan dosen Fakultas Hukum ULM tersebut juga tercatat sebagai peraih kursi DPR RI Dapil Kalsel 1 untuk Partai Golkar.

Secara historis wilayah Batola juga mempunyai kedekatan psikologis dengan Partai Golkar, di mana putra daerah ini dikenal sebagai seorang pengusaha sukses, H Sulaiman HB (alm), pernah selama tiga periode menjabat sebagai Ketua Umum DPD Partai Golkar Kalsel.

Tahapan Pemilu 2019 memang belum selesai, nama-nama calon terpilih pun belum diumumkan penyelenggara pemilu, Namun, hiruk pikuk seputar siapa yang memperoleh kursi di masing-masing lembaga perwakilan juga semakin ramai jadi perbincangan.

BACA LAGI : PPP Saingi Golkar di Era Orde Baru

Bahkan sehari setelah pemilu dilangsungkan sudah ada tersebar di media sosial prediksi pemilik kursi untuk DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten/Kota. Kita tunggu saja kiprah dan pengabdian wakil rakyat tersebut di dapilnya masing-masing selama lima tahun kedepan. Termasuk di wilayah Kabupaten Barito Kuala yang terdiri empat dapil meliputi 17 kecamatan.(jejakrekam)

Penulis adalah Aktivis Jaringan Demokrasi Indonesia (JaDI) Kalsel

Mantan Komisioner KPU Kabupaten Batola