ACT

Jalan Alternatif Alalak Utara Dibangun, Pipa Leding PDAM Dibongkar

0 284

SEAKAN dikejar waktu, pembuatan jalan alternatif yang menghubungkan Jalan Alalak Utara dengan Jalan Brigjen H Hasan Basry, Kayutangi terus dikebut. Begitupula, pipa-pipa air leding berdiameter hingga sedang juga dipindahkan beberapa pekerja kontraktor PDAM Bandarmasih.

PANTAUAN jejakrekam.com di lapangan, Kamis (21/3/2019) sore, aktivitas pembuatan jalan usai pagar RSUD Mochammad Ansari Saleh telah dbongkar, dilakukan pekerja. Alat berat pun diturunkan. Di atas lahan bekas Boster dan Intake Sungai Alalak milik PDAM Bandarmasih, telah diuruk dengan tanah merah.

Sementara itu pekerja yang diturunkan CV Sariati, kontraktor PDAM Bandarmasih pun tampak membongkar pipa diameter 300 milimeter, 160 militer hingga 90 milimeter yang terkoneksi dengan jaringan air leding bagi warga Alalak Utara dan RSUD Moch Ansari Saleh.

BACA : Rambu Pengalihan Arus di Proyek Jembatan Sungai Alalak Harus Jelas

“Memang, ada pembongkaran pipa ini membuat pasokan air di RSUD Moch Ansari Saleh sedikit terganggu. Makanya, kami usahakan usai dibongkar akan disambung dengan instalasi baru ke rumah sakit,” ucap Direktur CV  Sariati, Simin saat memantau pekerjaan anak buahnya di lapangan kepada jejakrekam.com, Kamis (21/3/2019).

Ia mengungkapkan sedikitnya ada 8 batang pipa besar, sedang dan kecil yang dibongkar, dan dipasang dengan baru. Menurut Simin, dalam keadaan emergency ini, dibutuhkan waktu yang cukup cepat karena lokasi yang tertanam pipa air leding ini termasuk dalam titik pondasi Jembatan Sungai Alalak yang baru.

“Ya, semoga dalam waktu sepekan ini sudah bisa rampung. Kami sudah dua hari di sini mengerjakannya,” ucap Simin.

BACA JUGA : Picu Stress Tinggi, Fenomena Leher Botol Bakal Terjadi di Kayutangi Ujung

Sesuai rencana Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Wilayah XI Banjarmasin bersama Polda Kalsel serta Dishub Kalimantan Selatan dan melibatkan instansi terkait dari Pemkot Banjarmasin dan Pemkab Batola, simulasi rekayasa lalu lintas di kawasan Kayutangi Ujung dan Handil Bakti akan dilaksanakan pada Senin (25/3/2019) nanti, sekitar pukul 08.00 pagi.

Kepala Satker Pelaksana Jalan Nasional BBPJN Wilayah XI Banjarmasin, Syahriliansyah telah berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk melakukan simulasi rekayasa lalu lintas, untuk penutupan akses jalan selama dua tahun, ketika Jembatan Sungai Alalak yang lama dibongkar dan dibangun baru.

BACA LAGI : Tiang Listrik Dipindahkan, Masyarakat Diminta Bersabar Selama Dua Tahun

Ditargetkan paling lambat akhir Maret 2019 ini, akses lalu lintas akan tertutup total selama dua tahun. Sementara itu, di ruas Jalan Brigjen H Hasan Basry, beberapa pohon palem dan taman pun telah dipotong dan diratakan dengan tanah. Begitupula, kabel-kabel listrik telah dipasang baru oleh petugas PLN, termasuk pelebaran ruas jalan dengan penimbunan tanah di bekas lahan rumah warga di Kayutangi Ujung tersebut.

Sebelum penutupan total, aktivitas lalu lintas khusus truk-truk besar seperti kontainer dan pengangkut material masih lalu lalang di atas Jembatan Sungai Alalak. Sementara itu, kemacetan sudah terasa di ruas Jalan Tembus Perumnas yang menjadi akses alternatif, karena arus keluar dan masuk ke dalam kota hanya bisa dilewati di Jembatan Sungai Alalak II, kawasan Terminal Handil Bakti.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin/Sayyidil Ahmada
Editor Didi GS

Tinggalkan Komentar

Alamat email anda tidak akan disiarkan.