Uskup Banjarmasin Prihatin Hoaks dan Ujaran Kebencian Makin Marak

USKUP Keuskupan Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang mengajak umat Katolik, khususnya jemaat Katedral Keluarga Kudus Banjarmasin untuk menyalurkan hak suaranya pada Pemilu 2019 nanti. Pemuka agama Katolik membawahi sembilan paroki ini juga menyinggung politisasi yang cenderung bernuansa suku, agama, ras dan antargolongan (SARA).

“SAAT ini, politisasi sudah cenderung sarat dengan SARA yang mengancam keutuhan NKRI, sekaligus melunturkan rasa persatuan dan kesatuan masyarakat kita yang majemuk. Tentu, hal ini dibutuhkan doa dan sikap kenegarawanan semua anak bangsa,” kata uskup kelahiran Malakiri, Toraja Utara, Sulawesi Selatan ini dalam edukasi Pemilu 2019 yang digelar Bawaslu dan KPU Kalsel di Aula Sasana Sehati Gereja Katedral Banjarmasin, Jumat (15/3/2019) malam.

Pastor Timang mengatakan suara semua orang yang memiliki hak pilih sangat berharga dalam menentukan masa depan bangsa, termasuk suara umat Katolik di Banjarmasin. “Sudah sewajarnya kita memberikan hak pilih dengan datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih pemimpin dan wakil rakyat pada Pemilu 2019 nanti,” katanya.

BACA : Generasi Milenial Rentan Terhadap Bahaya Hoax di Pemilu 2019

Mantan Imam Diosesan Keuskupan Agung Makassar ini mengajak umat Katolik untuk memilih sosok pemimpin yang memperjuangkan aspirasi rakyat serta mengetahui rekam jejaknya dengan jelas.

Pastor Timang pun juga menyesalkan maraknya ujaran kebencian dan berita bohong (hoaks) yang justru bisa melemahkan nilai-nilai dan semangat berdemokrasi, serta jiwa patroitisme dalam mempertahankan keutuhan NKRI berdasar Pancasila dan UUD 1945, serta Bhinneka Tunggal Ika.

Sementara itu, komisioner KPU Kalsel Hatmiati Mas’ud berharap dalam edukasi kepemiluan yang diikuti umat Katolik di Banjarmasin bisa mengetahui semua tahapan pemilu, serta menjadi pemilih yang cerdas.

“Saat datang ke TPS, juga bisa membedakan lima surat yang akan dicoblos. Apakah nanti memilih presiden-wakil presiden, DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi serta DPRD kabupaten dan kota pada Rabu, 17 April 2019 nanti,” ucap mantan komisioner KPU Hulu Sungai Utara (HSU) ini.

BACA :  UU ITE Bisa Jadi Regulasi Karet, ULM Gelar Lokakarya Bersama Penyidik Kepolisian

Edukasi kepemiluan ini juga diharapkan Hatmiati bisa menjadikan umat Katolik menjadi penyampai informasi kepada warga yang tak menghadiri acara tersebut.  “Jangan sia-siakan suara anda dan jangan jadi golput, karena itu pilihan pemimpin dan wakil rakyat untuk menjadikan Indonesia lebih baik lagi,” kata Hatmiati.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS
Subscribe to our newsletter
Sign up here to get the latest news and updates delivered directly to your inbox.
You can unsubscribe at any time