Tiang Trafo Listrik Depan Kediaman Walikota Banjarmasin Roboh

ROBOHNYA tiang penyangga trafo listrik di Jalan Dharma Praja, Sabtu (5/1/2018) sekitar pukul 12.45 Wita, menghebohkan warga. Apalagi, usai robohnya traformator untuk menyalurkan energi listrik ke tegangan rendah maupun tegangan tinggi, membuat aliran setrum pelanggan PLN langsung padam.

UNTUNGNYA tak ada korban jiwa saat tiang beserta trafo jatuh ke jalan beraspal yang menjadi lintasan warga komplek perumahan para pejabat Pemprov Kalsel, serta dekat kediaman Walikota Banjarmasin Ibnu Sina. Diduga akibat tiang besi yang sudah keropos, hingga tak kuat menahan beban.

Petugas PLN Rayon A Yani Banjarmasin diterjunkan untuk mengamankan dan menormalkan pasokan listrik akibat robohnya tiang penyangga trafo berikut kabel listrik tersebut yang sempat menghalangi jalan.

Salah satu ketua di Asosiasi Profesionalis Elektrikal  Indonesia (APEI) Kalimantan Selatan, Syahmardian meminta agar insiden semacam ini tak terulang, maka PLN selaku perusahaan yang bertanggungjawab segera melakukan rekondisi gardu serta carut marutnya pemasangan kabel SR jarak ke rumah pelanggan.

“Kami minta semua jardis yang sudah lama segera direkondisi PLN. Baik itu gardu, hingga pemasangan kabel SR jarak ke rumah pelanggan agar memenuhi standar ketenagalistrikan maupun regulasi,” ucap Syahmardian kepada jejakrekam.com, Sabtu (5/1/2019).

BACA :  APEI Desak Polisi, Disnaker dan ESDM Usut Insiden Maut Pekerja Kesetrum

Menurut dia, jika hal itu dilakukan, maka perbaikan tingkat tingkat mutu pelayanan (TMP) baik PLN maupun konsumen yang telah ditetapkan Kementerian ESDM bisa terpenuhi.

“Terutama menyangkut sertifikasi laik operasi sebelum dialirkan listriknya, sisi pembangkit jaringan distribusi dan instalasi rumah pelanggan,” kata pria yang juga anggota Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI) Kalsel.

Menurut Syahmardian, sudah saatnya UPT 3 PT PLN Banjarmasin juga melakukan inspeksi jaringan distribusi tiang besi dan melakukan rekondisi semua tiang besi baik gardu tiang tunggal maupun ganda yang ada di Banjarmasin.

“Faktanya, saat ini sudah tua dan tidak terawatt LV board di tahun 2019. Perlu juga melakukan mutasi up gaet trafo dan sisi persoalan inti yang selama ini tidak terhitung bebannya dipikul semua tiang besi yang ada,” tutur Syahmardian.

Dengan begitu, menurut dia, aspek keamanan terhadap keberadaan tiang-tiang besi baik kabel listik maupun trafo bisa menciptakan rasa aman dan nyaman bagi warga. Khususnya lagi, bagi memenuhi pasokan listrik untuk pelanggan PLN sendiri.

BACA JUGA :  Rampung Instalasi Listrik, RS Sultan Suriansyah Diklaim Siap Beroperasi Tahun 2019

“Kita berharap tentunya sisip trafo tau up great disertai penggantian tiang lama menjadi baru, semua material terpasang di jaringan distribusi,” ungkapnya.

Bagi Syahmardian, cukup dua kejadian robohnya trafo jadi pelajaran berharga bagi PLN. Pertama terjadi di Komplek Griya Permata Handil Bakti dan teranyar di Jalan Dharma Praja depan kediaman Walikota Banjarmasin Ibnu Sina.

“Apalagi, jaraknya kurang dari 500 meter dari instansi Kantor ULP PLN A Yani Banjarmasin,” imbuhnya.(jejakrekam)

 

Penulis Sirajuddin
Editor Didi GS