Ajak Dewan Adat Dayak Bergerak, Gubernur Kalsel Singgung Realisasi Kereta Api

NASIB megaproyek kereta api yang bisa menghubungkan Pulau Kalimantan, termasuk ke negara tetangga, Malaysia dan Brunei Darussalam, rupanya jadi isu yang diangkat Gubernur Kalsel, Sahbirin Noor. Padahal, janji itu sudah lama dilontarkan pemerintah pusat, namun hingga kini belum terealisasi.

SAAT membuka Festival Pesona Budaya Borneo II di Kantor Gubernuran Kalsel, Jalan Jenderal Sudirman, Banjarmasin, Sabtu (11/8/2018), Paman Birin-sapaan akrab Gubernur Kalsel menyorot pembangunan yang belum merata di Pulau Kalimantan, dibandingkan Pulau Jawa di Indonesia.

“Festival Pesona Budaya Borneo ini harus menjadi gerakan untuk memelihara eksistensi budaya Borneo. Sebab, budaya Borneo tidak hanya kaya baik jenis maupun bentuknya, tapi memiliki kebermaknaan dari segi kehidupan bagi umat manusia,” ucap Paman Birin, dalam sambutannya di hadapan para tamu perwakilan lima provinsi di Kalimantan dan negara sahabat.

Menurut Paman Birin, sering dalam beberapa kesempatan di Istana Negara, bertemu dengan Presiden Joko Widodo, ditegaskan bahwa penduduk Borneo termasuk tertua di Nusantara.

“Buktinya, usia Banjarmasin lebih tua dibandingkan Jakarta. Kota yang pernah menjadi ibukota Borneo ini, sudah menginjak usia ke-491 pada 2017, sedangkan Jakarta baru berusia 490 tahun. Tapi anehnya, mengapa rakyat Kalimantan tak pernah merasakan naik kereta api,” kata Paman Birin.

Menurut dia, wajar jika rakyat Kalimantan iri dengan Pulau Jawa dan pulau lainnya di Indonesia. “Makanya, pemerintah pusat itu harusnya memperhatikan aspirasi rakyat Kalimantan. Kalau ada kereta api di Kalimantan, tentu lebih mudah dalam berinteraksi dan terjadi koneksitas antara provinsi yang ada di Pulau Kalimantan,” papar Paman Birin.

Dia membayangkan ketika rakyat Kalbar mau ke Kaltim, bisa naik kereta api. Begitupula, masyarakat Kalsel bisa ke Kalbar dengan moda transportasi tersebut. “Ya, seperti orang Jawa dari Yogyakarta ke Solo, bisa naik kereta api. Ini adalah harapan rakyat Kalimantan,” tegasnya.

Paman Birin mengajak Dewan Adat Dayak (DAD) se-Kalimantan untuk bersama-sama berjuang dan menuntut pemerintah pusat untuk merealisasikan janjinya membangun akses tranportasi darat melalui rel kereta api dan lokomotifnya.

“Sekarang, kereta api menjadi kebutuhan utama bagi rakyat Kalimantan. Dengan adanya koneksitas melalui kereta api, bisa memicu pengembangan kepariwisataan, investasi serta menumbuhkembangkan ekonomi kreatif,” tandasnya.(jejakrekam)

 

Penulis Asyikin
Editor Didi GS
Anda mungkin juga berminat
Loading...