Antisipasi Inklusi Air Laut, PDAM Bandarmasih Siapkan Strategi Alternatif

MEMASUKI musim kemarau yang diprediksi cukup panjang, Direktur Teknik dan Operasional PDAM Bandarmasih Supian memastikan kondisi air baku untuk diolah menjadi air bersih yang didistribusikan ke rumah pelanggan, masih tergolong aman dan terkendali. Ini ditambah, beberapa pekan terakhir sempat terjadi hujan di hulu sungai, sehingga produksi air pabrik air milik Pemkot Banjarmasin dipastikan tetap lancar seperti biasanya.

“MEMANG kebiasaan rutin setiap tahun itu satu atau dua bulan terjadi yang namanya inklusi air laut. Artinya, pada saat permukaan air sungai di hulu turun, maka air laut yang akan masuk. Biasanya Intake di Sungai Bilu mengalami inklusi air laut,” ucap Direktur Teknik dan Operasional PDAM Bandarmasih, Supian kepada wartawan di Banjarmasin, Kamis (9/8/2018).

Ia menjelaskan inklusi air laut memiliki batas ambang minimum yang diperbolehkan secara aturan dari Kementerian Kesehatan RI. Apabila kadar garam yang ada di dalam air itu lebih dari 250 mg/liter, maka sistem pengolahan akan dilakukan pemberhentian dalam pengambilan air baku dari wilayah tersebut.

IKLAN TENGAH

“Apabila air laut itu lebih dari ambang batas tadi, maka itu sudah tidak layak didistribusikan kepada pelanggan,” ujarnya.

Supian menerangkan, alternatifnya adalah pada Intake Sungai Bilu yang menyuplai di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Achmad Yani, maka air baku tersebut akan diambil melalui IPA 2 Pramuka. “Ini merupakan strategi apabila terjadinya besar air laut yang berkepanjangan. Tetapi apabila tidak terjadi maka, statusnya aman dan terkendali,” pungkasnya.(jejakrekam)

Penulis Arpawi
Editor Andi Oktaviani
Anda mungkin juga berminat
Loading...

Antisipasi Inklusi Air Laut, PDAM Bandarmasih Siapkan Strategi Alternatif